Ratusan Miliar Anggaran Menguap

- Perbaikan Jalan Propinsi Tak Tepat Sasaran

Jembatan Rangka Baja Air Tembok di Desa Sadau Jaya Kecamatan Sungai Are Kabupaten OKU Selatan, Dibangun Pada 2003, Masih Terlantar. (Foto : ist)



PALEMBANG, SP-Perbaikan jalan propinsi belum sepenuhnya tepat sasaran. Terbukti, perbaikan banyak dilakukan terhadap kondisi jalan yang masih bagus.

Sebaliknya, ratusan miliar anggaran dihabiskan untuk perbaikan jalan justru yang terjadi ketimpangan pembangunan.

Seperti jalan sepanjang 7 Km milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yakni ruas SP Campang-Ujan Mas-Batas Provinsi Bengkulu Kabupaten OKU Selatan yang dibangun sejak 2001 lalu hingga kini dibiarkan terlantar dan tak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat.

Akibatnya, ritisan jalan yang sudah dibangun dengan dana ratusan miliar menguap karena tak bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik.                Sebaliknya, Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel dalam dua tahun terakhir justru menghabiskan anggaran ratusan miliar untuk membangun Jalan Non Status dan Jalan Kabupaten/Kota.

Hal ini menjadi sorotan sejumlah warga dan tokoh masyarakat asal OKU Selatan Provinsi Sumsel,akibat ketimpangan pembangunan Jalan Provinsi menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sumsel.

Salah satu pelaku sejarah yang terlibat langsung membuka Jalan Ujan Mas – Batas Bengkulu pada 2001, Ir H Surkani Mastulen yang juga mantan Kepala Dinas PU Pengairan (sekarang Dinas PSDA-red) Provinsi Sumsel menceritakan, pembukaan Jalan Tembus OKU Selatan – Bengkulu itu membutuhkan perjuangan panjang karena harus melewati Hutan Lindung Mekakau.

“Jalan tersebut baru bisa dibangun setelah ada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri dalam hal ini Menteri Kehutanan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri),” jelasnya yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas PU Bina Marga di Kabupaten OKU sebelum dimekarkan menjadi 3 Kabupaten.

Lanjutnya, saat itu Gubernur Sumsel Rosihan Arsyad, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel Taris Abdullah Hasibuan, Bupati OKU Syahrial Oesman dan Edy Yusuf Wakil Bupati.

Kebetulan ketika itu Walikota Bengkulu Chalik Effendy berasal dari Pulau Beringin Kabupaten OKU Selatan dan Gubernur Bengkulu Hasan Zen, jadi koordinasi antara Pemprov Sumsel dan Pemprov Bengkulu lebih cepat.

Ditambah lagi, Ali Marwan Hanan yang merupakan putra daerah OKU Selatan adalah Menteri Koperasi.

Diteruskannya, setelah badan jalan yang melewati hutan Lindung dibangun pada 2001 lalu, pada 2003-2004 dibangun Jembatan Rangka Baja Air Tembok di Desa Sadau Jaya Kecamatan Sungai Are Kabupaten OKU Selatan, saat ini masih terlantar.

“Jalan sepanjang 7 Km itu nyaris putus.Jadi jangankan dilalui kendaraan roda empat.Kendaraan roda dua pun sangat sulit melintas karena badan jalan sudah longsor dan terjadi pengikisan,” paparnya menunjukkan bukti-bukti fhoto jalan yang diabadikannya pada tahun 2019.

Disinggungnya, kondisi Jalan Provinsi Sumsel tersebut sangat berbanding terbalik dengan Jalan diperbatasan Provinsi Sumsel-Bengkulu, Tanjung Aman Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu sudah aspal mulus sejak 2001 lalu.

“Seharusnya Pemprov Sumsel memprioritaskan pembangunan jalan yang menjadi tanggung jawabnya ini,” ujarnya berharap sebelum peringatan ke-76 Indonesia Merdeka 2021 mendatang Jalan sepanjang 7 Km tersebut sudah mulus.

Sementara, salah seorang warga Muara Dua Kabupaten OKU Selatan, Ir A Sudirman yang juga mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten OKU Selatan mengamini tentang kondisi Jalan tersebut.

Ia mengatakan jika akses jalan Provinsi Sumsel menuju Provinsi Bengkulu melalui Ruas Jalan Muara Dua-Sp Haji-Sp Campang-Sungai Are-Ujan Mas-Air Tembok (Batas Sumsel-Bengkulu) masih kondisi tanah merah.

“Mudah-mudahan ketimpangan pembangunan ini menjadi perhatian pihak eksekutif dan legislatif khususnya di Sumsel,” harapnya yang kini sebagai Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten OKU Selatan

Sementara, Ridwan Kabid Pengembangan Jaringan Jalan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Marga mengatakan, Pemprov Sumsel tahun ini memiliki program memperbaiki  73 ruas jalan yang menjadi kewajiban Provinsi sepanjang 1.500 kilometer.

"Alhamdulilah tahun ini, semua jalan tersentuh. Ada peningkatan jalan, pemeliharaan berkala, dan rutin," ujarnya saat diwawancarai diruang kerjanya.

"Kondisi sekarang proses perbaikan jalannya ada yang 30-40 persen. Namun ada juga yang 100 persen atau selesai," tambahnya.

Dia mengungkapkan, tahun ini anggaran untuk perbaikan jalan Provinsi mencapai Rp 800 miliar.

"Untuk bangub itu juga sudah berjalan. Terutama untuk kegiatan jalan strategis misalnya akses jalan untuk agro bisnis, pertanian," bebernya.

Dikatakannya, kondisi jalan Provinsi saat ini sudah 82 persen bagus. Pada awal 2019 masih 72 persen jalan bagus. Jalan Provinsi yang diperbaiki menyebar di seluruh kabupaten dan kota diantara OKU, OKUT,OKI, Pali, Muara Enim, Pali, Muba dan lainnya," paparnya. (nte/cha)

 

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.