6 Saksi Anggota Dewan Batal Beri Kesaksian

Sidang Ditunda Hakim Berhalangan Hadir 

Sidang Dengan Agenda Mendengarkan Saksi Ditunda Karena Hakim Berhalangan Hadir. (Foto Ariel/Sumselpers)

 

PALEMBANG, SP - Enam Anggota DPRD Muara Enim kembali dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi suap fee 16 paket proyek yang menjerat dua terdakwa Aries HB Ketua DPRD nonaktif dan Ramlan Suryadi mantan Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim.

Namun, sidang yang sudah dihadiri enam saksi dari DPRD Muara Enim ini, ditunda oleh majelis hakim. Perihal penundaan sidang tersebut, disampaikan langsung majelis hakim anggota Abu Hanifah SH MH saat membuka penundaan sidang didalam ruang sidang utama dihadapan Jaksa KPK RI dan para kuasa hukum kedua terdakwa.

"Dikarenakan Ketua Majelis Erma Suharti berhalangan hadir, kami mohon maaf seyogyanya agenda sidang hari ini masih pemeriksaan saksi ditunda hingga Selasa pekan depan," ujar hakim anggota Abu Hanifah SH MH sebelum menutup sidang.

Adapun agenda sidang rencananya mendengarkan keterangan saksi lanjutan sebanyak enam orang saksi anggota DPRD Kabupaten Muara Enim yang dihadirkan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang dipimpin Muhammad Asri SH MH.

Enam saksi yang dihadirkan itu sebagaimana sering disebut dan terdapat didalam dakwaan JPU KPK RI yakni Muhardi, Ahmad Fauzi, Darain, Agus Firmansyah, Piardi dan Kasman.

"Kita sudah hadirkan enam orang saksi dari Muara Enim dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lanjutan. Namun tadi hakim anggota menunda sidang karena ketua majelis hakimnya tak hadir katanya ada anggota keluarganya sakit," ungkap JPU KPK Asri.

Menurutnya, perihal penundaan sidang dalam kasus Tipikor jika memang ada salah satu hakim berhalangan hadir dikarenakan ada keluarga yang sakit meski perangkat sidang semua sudah dihadirkan.

"Penundaan sidang itu wajar jika salah satu hakim berhalangan hadir. Ya kita juga menghormati itu, nanti keenam saksi itu akan kami hadirkan lagi minggu depan," katanya.

Hingga saat ini, JPU KPK terkait kasus dua terdakwa yakni Aries HB dan Ramlan Suryadi telah menghadirkan kurang lebih 25 orang saksi yang hampir keseluruhannya merupakan anggota DPRD Kabupaten Muara Enim baik yang masih menjabat maupun sudah tidak aktif lagi yang diduga turut serta menerima aliran dana suap fee proyek masing-masing senilai ratusan juta rupiah.

Kasus ini adalah pengembangan kasus lanjutan sebelumnya dimana Majelis Hakim Tipikor Palembang telah memvonis tiga orang terpidana yakni Bupati Nonaktif Muara Enim Ahmad Yani, Kadis PUPR Muara Enim Elfin MZ Muchtar serta penyua Kontraktor Proyek Robby Okta Fahlevi yang saat ini menjalani hukuman di Rutan Klas 1A Pakjo Palembang. (Ariel)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.