Baru 34 Persen Kelurahan di Kota Palembang Miliki Sanitasi Baik

Asisten I Pemerintahan Pemkot Palembang Faizal AR (Foto:Ara)

Palembang, SP - Di tengah pesatnya pembangunan di Kota Palembang, namun masalah sanitasi masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Hal ini terlihat dari masih banyaknya warga terutama yang bertempat tinggal di pinggiran sungai tidak memiliki septic tank. 

Asisten I Pemerintahan Pemkot Palembang Faizal AR menyebutkan, Pemkot Palembang masih memiliki PR untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sebelum Palembang Emas 2023. Sebab, dari 18 Kecamatan di Palembang masih ada kecamatan yang sanitasinya buruk. 

"Itu di Ilir Timur I, mayoritas dipinggiran aliran sungai. Ada juga yang rumahnya sewa, mereka ada WC tapi tidak ada Septic tank jadi langsung buang ke Sungai. Walaupun kita di tengah kota, tapi laporan lurahnya masih ada, secepatnya kita kejar perbaikan sanitasi," katanya, Selasa (23/2/2021).

Faisal mengatakan, untuk mengatasi permasalahan ini juga perlu peran serta masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk memiliki jamban dan sanitasi yang baik akan berdampak pada kesehatan dan lingkungan. 

"Kita sedang mengejar predikat Kota Sehat, saat ini kita sosialisasikan melalui lurah dan camat agar persoalan ini bisa selesai sebelum penilaian nanti dimulai," katanya. 

Selain itu, Pemkot juga bersinergi dengan TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) untuk perbaikan sanitasi. "Ada juga beberapa tempat yang sudah pembangunan Jamban/MCK dari program PUPR dan DAK, kita percepat kejar, syukur-syukur akhir 2021 sudah bisa semua," katanya. 

Sementara itu, PLT Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Fauziah Mkes mengatakan, masyarakat diharapakan saat BAB tidak langsung ke lingkungan, karena ini mengancam kesehatan masyarakat sendiri. 

Untuk Kota Palembang, baru 34 Persen hasil verifikasi yang menunjukkan Kelurahan yang memiliki sanitasi baik dan tidak lagi BAB Sembarangan. Sementara ada 24 Kelurahan yang disebutkan sudah 100 persen bebas BAB namun belum ada hasil verifikasi. 

"Karena masih ada kelurahan yang belum bebas BAB sembarangan inilah yang perlu percepatan. Dari kami lebih mengedukasi terkait perubahan perilaku masyarakat agar bisa menyediakan septic tank dirumahnya," katanya. 

Mengatasi hal ini, perlu dukungan lintas sektor. Penyaluran CSR juga dapat ditunjukkan untuk pembangunan septic tank. "Bisa menyediakan septic tank komunal. Di Palembang baru di Sesi Selayur untuk komunal. Tapi mayoritas untuk kawasan perumahan sudah memiliki septic tank sendiri," katanya. (Ara).

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.