Gubernur Tunjuk 7 Plh Bupati di Sumsel

Gubernur saat menggelar acara resmi penyeraha Surat Keputusan (SK) Plh Tujuh Bupati


Palembang, SP -
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru secara resmi menyerahkan surat keputusan (SK) Pelaksana Harian (Plh) tujuh Bupati Kabupaten Sumsel di Graha Bina Praja, Rabu (17/2).

Dari tujuh orang yang ditunjuk sebagai Plh yakni Sekretaris Daerah masing-masing Kabupaten yang ditunjuk langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru.

Tujuh Kabupaten ini diantaranya Ogan Ilir, OKU Timur, OKU, OKU Selatan, PALI, Musirawas dan Muratara. Semua Plh yang ditunjuk adalah Sekretaris Daerah masing-masing Kabupaten, kecuali Ogan Ilir yang menunjuk Aufa Syahrizal yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai Plh Bupati.

Diketahui, nama-nama tujuh Plh Bupati itu adalah Ahmad Tarmizi Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Jumadi Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Romzi Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Aufa Syahrizal Ogan Ilir (OI), Syahrini Nazil Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Alwi Musi Rawas Utara dan Priskodesi Musi Rawas.

Gubernur Sumsel, Herman Deru berharap kepada tujuh Plh dapat bekerja sebaik baiknya, dan tidak ada kepakuman layanan pemerintahan, administrasi, dan layanan kepada masyarakat kepada tujuh Plh.

Dirinya menilai, alasan menunjuk Sekda sebagai Plh, lantaran semua sekda yang defenitif mengetahui persoalan dilapangan. Bahkan ia berpesan para Plh tidak tercemar dan bekerja dengan penuh dedikasi serta disiplin.

"OI kenapa bukan sekda, karena memang sekdanya Plt, bukan defenitif. Tidak mungkin dia kita angkat dua jabatan pelaksana semua, jadi itu kejelasannya. Bukan karena sesuatu atau dengan kami itu bukan, kita ini hirarki, aku ini pegawai negeri jadi paham,” katanya.

Plh Bupati Kabupaten Ogan Ilir, Aufa Syahrizal, mengatakan, alasan dirinya di percaya menjadi Plh Bupati OI tentu dengan berbagai penilaian dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel.

"Saya bangga dan terima kasih kepada gubernur dan wakil gubernur yang telah kembali memberikan amanah ini kepada Saya. Dipercayanya kembali Saya untuk menjadi Plh bupati OI, karena memang sekdanya PJ, jadi tidak boleh dia merangkap jabatan, dan kedua Saya pernah dipercaya menjabat PJs bupati OI selama 71 hari,” katanya.

Dengan 71 hari itu tentunya banyak pengalaman yang dirinya dapatkan dan pastinya dirinya mengenal sedikit banyak tentang lingkungan pemerintahan di OI, baik masyarakatnya, para ASN dan lingkup kerja dari pada kinerja ASN.

Selain itu, dirinya juga akan mengajak masyarakat OI supaya melupakan masa lalu yang berkaitan dengan Pilkada 9 Desember 2020 kemarin. “Karena sudah selesai tidak ada lagi pendukung A, pendukung B, Paslon 1 atau Paslon 2 semuanya adalah masyarakat kabupaten OI,” katanya.

Bahkan, dirinya akan mengajak semua masyarakat OI supaya mempersiapkan diri untuk membantu, mensupport Bupati dan Wakil Bupati terpilih sama-sama membangun OI menjadi lebih baik kedepannya.

“Itu adalah tugas utama yang selalu saya lakikan dan tentunya saya bangga. Ini sebagai prestasi bagi saya pribadi dan sebagai ASN saya bangga, karena saya diberikan amanah dua kali dan ini merupakan sejarah hidup bagi saya,” kata Aufa. (ody)


Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.