Polisi Tembak Eksekutor Jambret

 

Unit Pidum dan Tekab 134 Sat Reksrim Polrestabes Palembang menangkap Apriadi (26) warga Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati Palembang, Senin (15/2) sore. Tersangka sempat di tembak polisi lantaran melawan saat akan ditangkap.

PALEMBANG, SP-Unit Pidum dan Tekab 134 Sat Reksrim Polrestabes Palembang menangkap Apriadi (26) warga Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati Palembang, Senin (15/2) sore. Tersangka sempat ditembak polisi lantaran melawan saat akan ditangkap.

Adapun Barang bukti (BB) yang diamankan yakni handphone milik korban yang dijambreta, serta pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan aksi.

Apriadi yang masuk dalam target operasi (TO) itu dikenal sebagai pemeran utama setiap aksi penjambretan yakni sebagai eksekutor .

Pelaku bekerja tidak sendirian, melainkan bersama temannya yakni AS (DPO). Pelaku sering beraksi di Jalan Simpang Tugu KB SU I dan Bungaran Kertapati.

Terakhir pelaku dan rekannya beraksi pada Selasa (12/2) dengan korban seorang perempuan, aksi itu berhasil karena pelaku mendapatkan handphone korban.

"Sudah dua kali pak saya menjambret di kawasan Kertapati Palembang, saya berperan sebagai eksekutor atau merampas barang, sedangkan AS dia sebagai pilot pak," kata Apriadi.

Apriadi mengatakan sebelum melancarkan aksinya terlebih dahulu mencari dengan jalan-jalan, setelah target ditemukan langsung dikejar. "Setiap barang hasil jambret kami jual di kawasan Kertapati pak. Uangnya kami bagi dua dengan AS, aksi pertama dapat bagian Rp 300 ribu dan kedua dapat Rp 400 ribu, uang sudah dipakai kebutuhan hidup sehari-hari saja," jelasnya bapak 3 anak ini.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra melalui Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat Mulyana didampingi Kanit Pidum, AKP Robert P Sihombing membenarkan sudah menangkap seorang pelaku jambret di kawasan Kertapati Palembang.

"Pelaku memang sudah menjadi TO polisi dan sudah banyak masyarakat yang melaporkan dan menjadi korban pelaku. Setelah di ketahui keberadaan pelaku setelah anggota melakukan penyelidikan, maka di tangkap lah pelaku," kata Edi.

Lanjutnya, pelaku terpaksa dilumpuhkan karena melawan saat dilakukan penangkapan dan berusaha melarikan diri, "Anggota langsung mengambil tindakan tegas terukur, sementara ada satu pelaku yaitu rekannya, masih kita kejar dan identitasnya sudah dikantongi," katanya. (ody)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.