Kasus Masjid Sriwijaya Bergulir, Penyidik Periksa Eddy Hermanto

Eddy Hermanto saat ditemui di Kejati Sumsel (Foto:Ariel)

PALEMBANG, SP - Penyidik pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, kembali memeriksa dua saksi terkait dugaan korupsi pembangunan proyek Masjid Sriwijaya. Diantaranya mantan Ketua Pembangunan Masjid Sriwijaya, Eddy Hermanto kembali dipanggil untuk dimintai keterangan.

Eddy Hermanto, diketahui merupakan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang tahun 2015 sampai 2018.

Sebelum digantikan oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang yang baru yakni, Syafri.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman, saat ditemui membenarkan penyidik hari ini memeriksa dua saksi terkait pembangunan proyek Masjid Sriwijaya.

"Tim pidsus masih terus memeriksa para saksi, untuk hari ini ada 2 nama yang diperiksa oleh penyidik," jelas Khaidirman.

Khaidirman menjelaskan, dua nama yang diperiksa untuk hari ini, yakni Mantan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya Paelmbang, Ir H Eddy Hermanto SH MM dan Kuasa KSO PT Brantas Abipraya- PT Yodya Karya, Ir Dwi Kridayani.

Terpisah, Eddy Hermanto mengatakan dirinya hari ini kembali diperiksa oleh Kejati terkait Masjid Sriwijaya.

"Saya dijadwalkan kembali untuk memberikan keterangan selaku mantan ketua panitia pembangunan Masjid di tahun 2015-2018," kata Eddy, saat ditemui di Kejati Sumsel, Senin (8/3/2021).

Ia menjelaskan bahwasanya di pembangunan masjid Sriwijaya ia mejabat sebagai ketua panitia pembangunan hanya terhitung dr 2015-2018. 

Dimasa jabatannya selaku ketua panitia pembangunan Masjid Sriwijaya, pihaknya telah membayar termin pekerjaan masjid sebanyak 3 termin dengan nilai sekitar 60 miliar rupiah.

"Untuk termin 4-6 telah dipengang oleh ketua panita yang baru, bukan saya lagi. Di dalam (ruang pemeriksaan Kejati Sumsel) saya tanya sama PT Brantas, untuk termin 4-6 belum dibayar," jelasnya. (Ariel)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.