Underpass Charitas Sepanjang 300 Meter

Kepala Bappeda Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi (Foto:Ara)

Palembang, SP - Pembangunan fisik Underpas Simpang Charitas direncanakan mulai dikerjakan 2022 mendatang. Jalan di bawah tanah ini memiliki total panjang keseluruhan 300 meter.

Kepala Bappeda Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi mengatakan, kepadatan lalu lintas di Simpang Charitas yang berada tepat pada Jalan  Jend Sudirman, dimana sampai saat ini menjadi jalur utama yang menghubungkan antara Bagian Utara Kota ke Pusat Kota Palembang. 

"Underpass ini akan menjadi pengurai kecametan di kawasan tersebut, dengan panjang Underpass 300 meter dari Sudirman sampai ke Pasar Cinde," katanya.

Dengan panjang 300 underpaas simpang charitas akan berdampak pada beberapa bangunan, dan lahan yang berada dikawasan tersebut, seperti Bank Indonesia (BI), dan ruko-ruko di kawasan tersebut. 

"Untuk BI itu perkiraan hanya mengenai halamannya saja, sedangkan untuk jumlah bangunan sekitar 80 ruko informasi yang diterima," kayanya. 

Adapun Lokasi Pekerjaan Underpass berada di 2 kelurahan yaitu Kelurahan Sei Pangeran dan Kelurahan 20 Ilir D1, Kecamatan Ilir Timur Satu, bahkan Studi Kelayakan oleh BBPJN V Palembang sudah pada tahun 2016. 

Memastikan semua kesiapan pada pembangunan proyek nasional ini, Desember 2020 lalu juga telah dilaksanakan Survey utilitas pipa gas pertagas. Hasilnya bahwa di Simpang Charitas tidak terdapat pipa gas milik Pertagas. Lokasi pipa terdekat berjarak 2,5 km yang berlokasi di Simpang Lolda dan jalan Demang Lebar Daun. 

"Jaringan pipa dapat dipastikan tidak terganggu dengan adanya konstruksi pembangunan Underpass Charitas," katanya. 

Begitupun Survey utilitas pipa gas PGN, kabel PLn tegangan tinggi, pipa PDAM. Kemudian, survey lokasi investigasi tanah bersama P2JN dan Balai PU untuk menentukan lokasi investigasi tanah dengan instruksi titik bor diusahakan jauh dari badan jalan.

Pekerjaan dilakukan pada malam hari, terutama pada pengujian CPTU, pengujian bor dan CPTU yang berpotensi mengganggu lalu lintas, di usahakan menggunakan marka jalan berupa barrier dan kerucut. Dengan adanya kerusakan trotoar, median dan taman akibat investigasi tanah, pihak perencana harus mendapatkan izin pembongkaran median dan trotoar dari balai terlebih dahulu. 

Kesiapan Pembangunan Underpass Simpang Charitas dilaksanakan oleh Direktorat Jembatan Ditjen Bina Marga melalui Paket PPC-5. Untuk  DED, Amdal, Amdalalin, LARP termasuk pengadaan lahan akan disesaikan sampai 2021 akhir. Dimana saat ini juga DED masih dalam proses pembuatan. 

"Dengan begitu,  maka Konstruksi sudah dapat dilakukan pada Tahun 2022. Dan target Operasional Tahun 2023 mendatang," katanya.

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari mengatakan, untuk proses ganti rugi nanti dikaji KJPP.  "Penggantian yang dilakukan termasuk dihitung lahan, bangunan, dan tumbuhan/pohon," katanya. (Ara).

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.