3.000 Orang Dengan Gangguan Jiwa Bisa Divaksin Tanpa Syarat Formal


PALEMBANG, SP - Tidak ada persyaratan formal seperti harus punya e-KTP dalam pemberian vaksin kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Palembang. Dinas Kesehatan Kota Palembang menargetkan setidaknya 3.000 orang dilakukan vaksinasi Covid-19.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Palembang, dr Mirza Susanty mengatakan, Dinkes Palembang memastikan vaksinasi Covid-19 bagi ODGJ di Palembang berjalan lancar. Sebab sebagai sasaran prioritas pasien gangguan kejiwaan, mereka tidak perlu menjalani syarat formal vaksinasi.

"Biasanya butuh KTP dan data diri termasuk surat keterangan sehat. Tetapi karena mereka sama seperti lansia atau pra lansia, ODGJ dan difabel tanpa syarat, yang penting fasyankes melayani vaksinasi," katanya. 

Ia mengatakan, vaksinasi sudah dilalukan sejak tanggal 9 Juni, hingga kini vaksinasi Covid-19 untuk ODGJ masih terus berjalan. "Karena tanpa syarat khusus ini, maka target kita semua ODGJ bisa divaksinasi, sekitar 3.000 ODGJ di Palembang bakal divaksin," katanya. 

Karena ODGJ merupakan prioritas dan tanpa syarat, Dinkes Palembang juga menerima vaksinasi Covid-19 bagi pasien kejiwaan dari luar kota, provinsi maupun luar kabupaten daerah setempat, dengan tetap penerima vaksinasi wajib uji skrining kesehatan.

"Tetap ada tes klinis, pengecekan tetap sama. Hanya tidak mementingkan data diri. Jadi meskipun dia ODGJ dari luar daerah seperti Muara Enim, Prabumulih atau lainnya, tapi mau vaksin di Palembang itu boleh," katanya.

Sejauh ini, untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi ODGJ, Dinkes Palembang juga melakukan kebijakan jemput bola. Seperti mengundang Rumah Sakit Jiwa Palembang, untuk membawa pasien ke puskesmas atau ada tim yang mendatangi tempat ODGJ dirawat.

"Kalau yang di RS Erba, mereka (pasien ODGJ) didampingi ke puskes, karena di sana tidak ada pelaksanaan. Tapi yang panti untuk ODGJ (di Kenten), Dinkes datang langsung jemput bola," katanya.

Pelaksanaan vaksinasi dibantu vaksinator dari beberapa puskesmas di Palembang. "ODGJ dibarengi pelaksanaannya dengan difabel, kalau yang di panti ODGJ, vaksinasi setiap hari sampai semua kelar. Pelaksanaan mulai dari pagi, tetap pakai Sinovac," katanya. (Ara)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.