UBAH MINDSET REMAJA TENTANG NIKAH DINI DENGAN PENGETAHUAN KESPRO

PALEMBANG, SP - Bonus demografi yang bisa dipetik Indonesia, menUBAHghadapi tantangan serius yang perlu diantisipasi yakni kualitas sumber daya manusia yang masih rendah, perlu ada upaya-upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia diantaranya melalui pendidikan, saat ini beberapa daerah di Indonesia seperti DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali sudah memasuki bonus demografi." Ungkap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Kota Palembang Drs. Edwin Effendi.M.si.

"Generasi muda kuasailah hard skill (menguasai substansi) dan soft skill (kemampuan komunikasi), kemudian mulailah belajar tidak menyalahkan orang lain dan tinggalkan sindrom merasa paling tahu, berkarya dan berinovasi itu memuaskan dan membahagiakan hati, mengejar materi itu tidak ada batasnya dan lebih sering tidak membahagiakan, " tegas Edwin.

"Untuk merubah mindset kita harus mengedepankan ilmu pengetahuan, salah satu tugas DPPKB adalah meningkatkan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi, isi mereka dengan ilmu pengetahuan maka saya yakin mindset berubah, kalau kita hanya melarang saja tidak akan berhasil,"

"Tuhan menciptakan kita dengan luar biasa, panggul perempuan dewasa diameternya 10 cm dan diameter kepala bayi diciptakan di bawah dari 10 cm, kalau kawin di usia muda, panggul belum cukup karena belum sampai ukuran 10 cm, maka bisa dibayangkan betapa sulitnya bayi lahir. Oleh karena itu, kawin usia muda tidak sehat, lebih dari pada itu, organ reproduksi wanita di bawah 20 tahun apabila terpapar hubungan seksual beresiko terkena kanker serviks di kemudian hari, remaja harus terpapar pengetahuan seperti ini.

"Remaja harus terpapar pengetahuan kesehatan reproduksi seperti ini, tapi bukan hanya dari segi kesehatan, tapi harus juga mengerti bahwa dengan kawin pada usia muda akan berakibat kehamilan yang tidak direncanakan, dapat menyebabkan remaja putus sekolah, padahal harusnya mereka mengenyam pendidikan sebaik mungkin," tambah Hasto.

BKKBN telah mengembangkan Program Generasi Berencana (GenRe) di sekolah, kampus dan masyarakat melalui pendirian Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja). Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana.

Program GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dikalangan generasi muda. Program GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.(adv/my)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.