Kopi Merah Sane Ajak Masyarakat Lestarikan Warisan Cagar Budaya


PAGARALAM, SP -
Komunitas Pecinta Megalit, Sejarah Seni Adat Besemah (Kopi Merah Sabe), yang terbentuk 27 September 2019 lalu, yang Deklarasinya di Situs Megalit Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan, di hadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam, Kabid Kebudayaan dan Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Tujuan dibentuknya Komunitas Kopi Merah Sabe ini adalah untuk melestarikan Warisan Cagar Budaya yang ada di Kota Pagaralam, sekaligus membentuk karakterisitik pemuda dari peninggalan-peninggalan leluhur yang telah memiliki peradaban tinggi.

“Intinya, komunitas ini dibentuk sebagai sarana untuk mengajak seluruh masyarakat, agar bisa melestarikan warisan cagar budaya yang ada di Kota Pagaralam,” jelas Pembina Komunitas Kopi Merah Sabe Refdinal, didampingi Ketua Komunitas Kopi Merah Sabe Zulio Ziko Capes ketika dikonfirmasi, kemarin.

Untuk program komunitas sendiri lanjut Refdinal, salah-satunya mendorong Situs Megalit yang ada di Kota Pagaralam, untuk menjadi Objek Cagar Budaya Kota, supaya kedepan situs megalit yang ada, benar-benar terawat sesuai dengan apa yang kita inginkan.

“Untuk saat ini, sudah ada 4 Objek Cagar Budaya Kota yang di usulkan supaya bisa menjadi Cagar Budaya Provinsi, nanti tahapannya baru akan di usulkan kembali menjadi cagar budaya di tingkat nasional,” urainya.

Selain itu sambung Refdinal, selama berdiri sampai sekarang, Komunitas Kopi Merah Sabe, di bawah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam ini, juga telah melaksanakan berbagai kegiatan, seperti haking proklamasi yang dilaksanakan bulan agustus 2020 lalu, dalam rangka memperingati HUT RI.

“Kemudian, dengan dorongan Komunitas Kopi Merah Sabe, memberikan dorongan supaya dibentuknya monumen perjuangan Perang Setanahan, yang dilaksanakan oleh Forum Keserasian Sosial (FKS) Margedipe, dengan tujuan untuk mengenang sejarah perjuangan yang dimaksud,” bebernya.

Kemudian tambah Refdinal, kedepan, Komunitas Kopi Merah Sabe, bekerjasama dengan Disdikbud Kota Pagaralam, akan melaksanakan program Megalit Go To School dan Student Go To Megalit, agar para generasi penerus bangsa, mengetahui apa saja megalit yang ada di Kota Pagaralam ini. “Karena, kalau mau di survey, tentunya tidak semua peserta didik di Pagaralam ini, mengetahui megalit apa saja yang ada di Pagaralam. Dengan program yang dimaksud, nantinya para siswa punya wawasan tentang megalit yang dimaksud,” tuturnya.

Kalau program ini sudah berjalan masih kata Refdinal, pengetahuan tentang megalit ini, akan di sampaikan kepada peserta didik, dalam pembelajaran, melalui jam muatan lokal di sekolah masing-masing, beber Refdinal, seraya mengatakan, "untuk keanggotaan komunitas yang bersekretariat di kantor lembaga adat kota pagaralam koramil lama, kelurahan beringin jaya, berjumlah sekitar 20 orang, terdiri dari umum, pelajar dan mahasiswa,"pungkasnya.(Rep)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.