Motif Harta Kakek 12 Cucu Bunuh dan Buang Mayat Waldamsih Dalam Karung, dengan Tangan dan Kaki Terikat.


PAGARALAM, SP -
Terkuak sudah motif Samsu (68) yang tega membunuh dan membuang mayat Waldamsih (63) istri Sirih yang baru dinikahi oleh tersangka 90 hari yang lalu. Hal ini diketahui saat press release di Mapolres Pagaralam,Senin (18/10). Tersangka ingin menguasai harta berupa tanah yang sudah bersertifikat dan surat sporadik. 

"Menurut pengakuan  tersangka ya motif harta."jelas Kapolres Pagaralam AKBP Arif Harsono S.Ik MH . Lanjut nya, pembunuhan ini dilakukan tersangka sekitar seminggu yang lalu. Apakah tersangka dibantu orang lain masih kita dalami, imbuhnya. Untuk tersangka kita kenakan pasal 338 +Jo 380 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman  mati dan minimal seumur hidup atau 20 tahun penjara. Selain mengamankan tersangka juga diamankan sejumlah barang bukti.

Kepada wartawan tersangka mengaku dari pernikahan pertamanya dikaruniai 7 orang anak dan 12 cucu. keseharian sebagai pemulung.

"keseharian saya memulung dan punya cucu 12 orang." Kata tersangka Samsu.

Sebelumnya diberitakan Tak butuh waktu 24 jam jajaran Satreskrim  Polres Pagaralam yang dipimpin AKP. Najamudin  berhasil mengungkap dan menangkap pelaku  pembuang  dan  pembunuhan  mayat perempuan di aliran aik Suban  Kecamatan Pagaralam Utara. Pelaku  tak lain S (60) suami dari korban. pelaku diamankan di Prabmulih Senin (18/10) sekitar pukul 04.00 WIB di kontrakannya. Kapolres Pagaralam AKBP Arif Harsono S.Ik MH melalui Kasatreskrim AKP. Najamudin membenarkan pihaknya telah menganankan S. dan saat  ini sedang dalam perjalanan ke Pagaralam, terangnya

Sebelumya diberitakan,  Minggu pagi (17/10) sekira pukul 09.45 WIB warga Simpang Petani  Dusun Alun Dua, dilingkungan RT RW 03/02, Kecamatan Pagaralam Utara dibuat heboh. Pasalnya, warga setempat menemukan sosok mayat tanpa identitas tewas mengenaskan dalam kondisi tragis.
 

Informasi yang dihimpun wartawan  di lokasi kejadian, kondisi jasad diduga dibuang begitu saja dibungkus dengan karung goni putih. Posisi tepatnya, persis dipinggiran aliran sungai Suban.

Belum diketahui motif tewasnya jasad tersebut. Tragisnya, mayat sudah mengeluarkan aroma tak sedap tersebut dalam kondisi tangan dan kakinya terikat.
Kapolsek Pagaralam Utara Iptu Hamdani melalui Kanit Reskrim Bripka Ade membenarkan kejadian tersebut.
 

“Anggota yang mendapatkan laporan langsung ke lokasi melakukan olah TKP,” ucap Bripka Ade.

Sejauh ini, mayat berjenis kelamin wanita. Belum diketahui identitasnya. Kondisi mayat mengenakan baju biru dongker motif batik dan celana pendek warna hitam. 

“Kondisi mayat tangan terikat disatukan dengan kaki didalam karung,” ucap Bripka Ade saat ini belum diketahui motif pembunuhan ini.

Sementara Kapolres Pagaralam AKBP Arif Harsono S.Ik MH didampingi Kasatreskrim.AKP. Najamudin dan Kapolsek Pagaralam Utara Iptu. Hamdani  rumah sakit umum daerah Besemah kepada sejumlah wartawan  menyatakan, dugaan sementara korban dibunuh. Dan pihak kepolisian akan melakukan autopsi lewat test DNA untuk mengungkap penyebab kematian korban dan kepada warga yang merasa kehilangan anggota  keluarga dengan ciri ciri mengenakan baju kaos biru  Dongker motif kembang  dan celana lejing hitam' bisa menghubungi pihak kepolisian terdekat.

"Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga  dengan ciri-ciri diatas silahkan menghubungi kepolisian terdekat."himbaunya. (Rep)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.