Nilai Kontrak 15 Miliar Lebih Diduga Pengerasan Pembangunan Jalan Lintas PALI Musi Rawas Bermasalah

PALI, SP - Nilai pagu anggaran 15 Miliar lebih Pembangunan Jalan penghubung antara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Musi Rawas (Mura) diduga bermasalah 

Tepatnya di wilayah Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, di mana jalan tersebut dibangun di atas jalan perusahaan PT MHP dengan panjang kurang lebih 2 kilometer.

Dari pekerjan tersebut nampaknya ada ke janggalan dalam pembangunan jalan yang menelan anggaran APBD Provinsi Sumsel mencapai Rp 15,637.856.000 tersebut menggunakan agregat pengerasaan yang tidak sesuai  dan malah pekerjan tersebut tetap langsungdi lanjutkan  seolah tidak ada masalah 


Sedangkan menurut hasil invetigasi yang didapati bahwa media bahwa pengerasan tersebut sangat tipis malah kuat diduga pengerasan tersebut memanfaatkan batu agregat jalan yang lama 


 
Hendak dikonfirmasi terkait hal tersebut pekerja di sana menjelaskan , dirinya tidak tahu pasti progres dan ketentuan, dan dirinya hanya menjalankan sebagai buruh di pengerjaan jalan tersebut.

 
“Kurang tahu pak, kita hanya kerja saja di sini. Mana yang diperintahkan itu yang kita laksanakan,” ujar salah satu pekerja, saat awak media di lokasi jalan tersebut, Rabu belum lama ini


Selain Persoalan itu ditemukan juga bahwa pengunaan Rambu rambu lalu lintas dari PT Dwi Urip kurang memadai dan pengaturan jalan kurang maksimal sehingga sering terjadi salah satu kendaraan roda empat yang berlainan arah terpaksa harus mundur lagi karena tidak bisa dua mobil berlintasan  

Informasi yang kita dapat pengerjaan jalan lintas provinsi dilaksanakan oleh PT Dwi Urip dengan menggunakan APBD Provinsi tahun 2021 melalaui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga provinsi Sumatera Selatan dengan nilai kontrak Rp 15,637 856 000 , dan tanggal kontrak 18 Agustus 2021 dengan waktu pelaksanaan 135 hari kalender di bantu konsultan supervisi CV ANB KONSULTAN.

Awak media mencoba  konfimasi lewat wa dengan PT Dwi Urip selaku pihak pelaksana tersebut mengenai pekerjaan jalan yang kurang agregatnya, sangat disayangkan pihak kontraktor tidak menjawab pesan dan mengabaikan panggilan pesan. (Dharmawan)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.