-->

Notification

×

Baru Satu Sungai di Palembang Miliki Pintu Air

Monday, January 03, 2022 | 14:34 WIB Last Updated 2022-01-03T07:34:34Z


PALEMBANG, SP -
Sebagian besar Kota Palembang merupakan dataran rendah dan daerah rawa-rawa, juga Seberang Ulu dan Ilirnya dibelah oleh Sungai Musi yang selalu pasang saat musim penghujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak mengatakan, karakteristik wilayah Kota Palembang 49% dataran rendah dan ada 42 anak sungai yang bermuara ke Sungai Musi.

"Sayangnya, dari 42 anak sungai ini hanya Sungai Bendung yang memiliki pintu air lengkap dengan pompanya," katanya.

Seharusnya, seluruh anak sungai dibangun pintu air dan pompa. Sehingga saat air Sungai Musi pasang, air tidak masuk ke anak-anak sungai dan menyebabkan banjir.

"Karena selain masalah drainase, pasangnya Sungai Musi juga jadi penyebab banjir," katanya.

Masalahnya, untuk membangun pintu air dan pompa di setiap anak sungai, Kota Palembang belum mampu. Jika dibandingkan dengan negara maju lainnya seperti Belanda, setiap anak sungai dibangun pintu air dan dipasang pompa.

"Jadi saat Sungai Musi mulai pasang, tutup seluruh pintu air anak sungai. Ketika hujan deras, gunakan pompa di anak sungai. Seharusnya seperti ini," katanya.

Untuk membangun pintu air dan pompa membutuhkan dana ratusan miliar untuk setiap anak sungai. Sedangkan di Palembang saat ini ada 42 anak sungai yang harus dibangun pintu air.

"Berkisar Rp200-300 miliar tergantung luas lahan. Jika kecil seperti di Lawang Kidul dengan lebar 3 meter, untuk pompa dan pintu air Rp10 miliar," katanya.

Pemkot Palembang berharap ada CSR dari BUMN yang ada di Palembang. Bahkan sejak beberapa tahun lalu PT Pusri menjanjikan akan membuat pompanisasi di Sungai Buah yang lokasinya berada di sekitar pabrik. Namun hingga kini belum terwujud.

"Iya Pusri itu jika lengkap membangun kolam retensi dengan pompanya sekitar Rp70 miliar, ini memang nilai yang sangat besar," katanya.

Selain perlunya dibangun pintu air, setiap dasar sungai juga perlu dikeruk. Kondisi eksisting saat ini kedalaman setiap sungai hanya berkisar 1-2 meter saja. Sementara semestinya dua kali lipat dari itu agar dapat menampung air.

" Sungai Sekanak saja itu 4 meter dari muka air," katanya. (Ara)















Popular Posts

×
Berita Terbaru Update