-->

Notification

×

Sarasehan HUT-15, Tokoh Nasional Bangga Dengan Potensi di Kabupaten Empat Lawang

Thursday, May 12, 2022 | 09:17 WIB Last Updated 2022-05-12T02:17:45Z

 


Empat Lawang, SP - Kabupaten dengan slogan Saling Keruani Sangi Kerawati baru saja merayakan hari jadi ke-15. Memperingati hal tersebut dilakukan rangkaian perayaan salah satunya Saresehan HUT ke-15 Kabupaten Empat Lawang yang merupakan bagian dari rangkaian perayaaan jadinya kabupaten ini tepatnya pada 20 April 2007 lalu.


Acara Saresehan melalui Zoom Meeting dihadir berbagai tokoh nasional yang melakukan diskusi secara interaktif bersama Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, turut serta juga berbagai jajaran Forkopimda Empat Lawang seperi Kapolres, Kejari, Danramil serta berbagai OPD, berlangsung diruang rapat MADANI Pemkab Empat Lawang.


Adapun tokoh-tokoh nasional tersebut yakni Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo, Duta Besar Indonesia Untuk Keliling Pasifik Tantowi Yahya, Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh, dan Aktivis Politik/Tokoh Masyarakat asal Besemah Titi Anggraini.


Sebagai pembukaan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru melalui zoom meeting menyoroti kesamaan dirinya dengan Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad yang memimpin daerah baru dengan segala keterbatasan infrastruktur dan keuangan.


“Kebupaten baru ini akan sedikit berbeda dengan kabupaten-kabupaten yang sudah mapan dimana kuantitas dan kualitas sumber daya ataupun personilnya memang berbeda dangan kabupaten kota yang sudah mapan,” katanya, Rabu (11/05/2022).


Ia menekankan sebagai kabupaten baru harus tau akan potensi ataupun kelebihan yang dimiliki seperti sumber daya alam, akan tetapi tatap harus tau juga peta kekurangan yang ada pada kabupaten itu sendiri.


“Kita harus wajib tau apa yang harus kita benahi oleh sebab itu orientasinya harus satu, Pak Joncik dan jajaran dan saya di Sumsel ini yang memang sepakat mengutamakan infrastruktur,” ujarnya.


Herman Deru menyoroti potensi yang sangat mungkin dikembangkan di Kabupaten Empat Lawang adalah pertanian dan perkebunan salah satunya yakni padi dan kopi.


“Di Paiker (Pasemah Air Keruh) saya yakin pada saatnya nanti akan menjadi lumbung pangan tersohor di Sumsel, selain itu ada inovasi yang dilakukan oleh Kabupaten Empat Lawang untuk membuat kopi semakin dikenal nasional banhkan dunia,” ujarnya.


Ia menyampaikan kepada Joncik Muhammad bahwa untuk menuju nasional bahkan internasional memangg harus menguatkan tingkat kekuatan di tingkat regional terlebih dahulu.


Merespon hal tersebut Joncik Muhammad sangat berterima kasih kepada Herman Deru dimana menurutnya dari tahun ke tahun bantuan gubenur untuk infrastruktur di Kabupaten Empat Lawang selalu naik di setiap tahunnya.


“Terima kasih Pak Gubernur dimana tahun ini rencanaya insyaallah bantuan sebesar Rp 150 Miliar untuk Empat Lawang, ini merupakan pijakan awal kami untuk membangun Empat Lawang,” kata Joncik.


Menurut Joncik untuk memajukan Kabupaten Empat Lawang tidak cara lain selain membangun pertanian dimana menurutnya ia dan Yulius Maulana sudah memulai hal tersebut.


“Ada beberapa hasil pertanian unggulan di Empat Lawang ada kopi, ada padi dan durian, dimana pada kesempatan Saresehan HUT ke-15 Kabupaten Empat Lawang ini kami butuh bantuan dari semua narasumber dari Pak Gubernur, Pak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Ka Tantowi Yahya yang pengalamnnya sudah banyak dan tidak diragukan lagi, kemudian dari dirut PT Pusri, dan juga Titi Anggaraini toko kita asal Besemah Sumsel, kami butuh support dadi mereka untuk kemudian memajukan Empat Lawang,” katanya.


Pada kesempatan itu Tantowi Yahya mengatakan Kabupaten Empat Lawang mempunyai kesempatan untuk memajukan perkebunan kopinya sebab memang saat ini di pasar tren konsumsi kopi meningkat pesat.


“Pak Dedi dari Kementarian Pertanian mengatakan konsumsi kopi di dalam negeri dari tahun ke tahun selalu meningkat akan tetapi dari dalam negeri kita tidak bisa memenuhi kuota berarti ada pasar besar untuk Kabupaten Empat Lawang,” katanya.


Menurutnya Indonesia saat ini sudah beralih yang tadinya gemar meminum teh saat ini. (Dharmawan SE/Tim)















Popular Posts

×
Berita Terbaru Update