Notification

×

Tag Terpopuler

Hanya 22% LPG 3 Kg Digunakan Warga Miskin

Wednesday, July 13, 2022 | 16:36 WIB Last Updated 2022-07-13T09:36:05Z


Palembang, SP -
Penyaluran Bahan Bakar Gas (BBG) bersubsidi dalam hal ini LPG 3 kilogram (kg) selama ini belum tepat sasaran. Masyarakat mampu masih ditemukan sebagai penggunanya.

Kepala Dinas SDM Provinsi Sumatera Selatan melalui Kabid Energi, Ariansyah mengatakan, berdasarkan data dari tim penanggulangan kemiskinan masyarakat miskin yang menikmati gas LPG 3 kg hanya sebesar 22%, sedangkan 78% di nikmati oleh orang mampu, seperti tempat makan, laundry, rumah tangga mampu dan lainnya. 

"Maka itu ketika LPG 3 kg Langkah bukan kuota tidak ada, tapi tidak tepat sasaran," katanya, Rabu (13/7/2022). 

Kenapa tidak tepat sasaran, karena dalam penyaluran LPG 3 kg pemerintah daerah diberi kewenangan untuk mengawasi karena ini bahan bakar gas bersubsidi. 

"Sumber permasalahan di distribusi belum tepat sasaran, karena tidak ada data atau identifikasi penerima," katanya. 

Padahal dalam pendistribusian LPG 3 kg penjual terakhir cukup sampai ke penyalur. Penyalur ini setelah agen, mestinya tidak ada lagi seperti pengecer, jual di toko dan lain-lain. 

"Mekanisme penjualan gas LPG 3 kg ini jelas secara aturan harus ada izin, mestinya untuk menjual LPG 3 kg karena untuk jual LPG harus ada izin dari pertamina, dalam hal ini  agen dan sub penyalur," katanya. 

Maka disinilah harusnya peran pemerintah daerah berjalan, harusnya yang berjualan di luar agen dan sub penyalur jangan dibiarkan.

Branch Manager Rayon I Palembang PT Pertamina MOR 2 Palembang, Aditya Agung Andrawina mengatakan, dalam pembelian LPG 3 Kg ditujukan untuk 2 kategori, pengguna keluarga dan usaha mikro.

Berdasarkan data Pertamina, konsumsi LPG 3 Kg di Kota Palembang perbulan 1,7 juta tabung perbulan. Dengan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa (2020), dan diantaranya masyarakat miskin 184 ribu.

"Jika asumsinya 1 KK 4 tabung perbulan, kalau ratio ini semua miskin semua artinya mencukupi semua masyarakat walaupun tidak miskin," katanya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Ansori mengatakan, pelaksanaan pengawasan dan pengendalian distribusi LPG 3 kg ini suatu implementasi dari amanah Perpres no 104/2007 tentang penyediaan pendistribusian dan penetapan harga LPG 3 kg. 

Sekarang yang lagi dilakukan oleh pertamina, untuk BBM ada aplikasi Mypertamina agar tepat sasaran untuk pembelian pertalite dan biosolar tujuannya agar tepat sasaran. 

"Begitupun dengan distribusi LPG 3 kg agar tepat sasaran karena ini bahan bakar  yang di subsidi oleh pemerintah," katanya. 

Di Palembang tercatat ada 41 agen dengan jumlah sub penyalur 1687 per 2021 dengan mendapatkan kuota 62.890 matriks ton, kemudian ditambah lagi sekitar 2000an matrik ton dengan total kurang lebih 65.000 matrik ton, dan pada tahun ini kuota LPG 3 kg 66.316 matrik ton. 

"Karena itu kita minta Camat lurah melakukan pengawasan dan terpadu di wilayah Kota Palembang agar dapat terdistribusi secara tepat sasaran, seperti kepada masyarakat yang tidak mampu, usaha mikro, nelayan, dan lain-lain," katanya. (Ara)

×
Berita Terbaru Update