Notification

×

Tag Terpopuler

Pemkot Palembang Tertibkan Kabel Optik Semrawut, Terapkan Sistem Underground di Tiga Ruas Jalan

Thursday, January 29, 2026 | Thursday, January 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T12:16:14Z


PALEMBANG,SP – Kabel optik yang semerawut terpasang di tiang-tiang tepi jalan, akan dilakukan penataan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dalam pertengahan 2026 ini dengan pengerjaan selama 6 bulan.


Penataan ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (Apjatel), dengan menerapkan sistem underground atau penanaman kabel di bawah tanah serta penggunaan tiang bersama.


Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan langkah tersebut akan segera direalisasikan dengan aksi langsung di lapangan. Sebagai tahap awal, Pemkot Palembang menetapkan tiga ruas jalan sebagai pilot project, yakni Jalan POM IX, Jalan Sumpah Pemuda, dan Jalan Rajawali.


“Secepatnya akan kita lakukan, ini langsung action ke lapangan. Ketiga ruas jalan itu merupakan jalan milik Pemerintah Kota Palembang. Untuk timeline pelaksanaan akan kita susun setelah turun ke lapangan,” ujar Isnaini usai rapat koordinasi bersama Apjatel dan perwakilan provider, Kamis (29/1/2026).


Ia menegaskan, seluruh provider yang memiliki jaringan kabel di lokasi tersebut akan dikoordinasikan melalui Apjatel agar tidak ada lagi alasan ketidaktahuan terkait rencana penataan ini. Menurutnya, program tersebut tidak akan merugikan pihak mana pun, justru memberikan manfaat besar bagi masyarakat.


“Dengan kabel ditanam di bawah tanah, kota menjadi lebih rapi, bersih, dan jaringan lebih aman. Selama ini kabel di udara sangat riskan, bisa terpotong atau tersangkut kendaraan besar. Kalau underground jauh lebih aman,” jelasnya.


Isnaini menyebutkan, dari total 1.256 ruas jalan di Kota Palembang, penataan akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, Pemkot menerapkan dua sistem, yakni underground dan tetap di udara menggunakan tiang bersama, guna mengurangi jumlah tiang dan kabel yang selama ini terlihat semrawut.


“Pembiayaan sepenuhnya berasal dari pihak provider yang dikoordinasikan oleh Apjatel,” tambahnya.


Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Yudha Fardyansah, mengatakan pemilihan tiga ruas jalan tersebut sebagai pilot project karena berada di kawasan sentra bisnis, sehingga dampak perapihan wajah kota bisa langsung dirasakan masyarakat.


“Kalau wajah kota terlihat cantik dan rapi, masyarakat bisa langsung melihat dan merasakan manfaatnya,” katanya.


Yudha menjelaskan, program penataan kabel ini merupakan program nasional yang telah diterapkan di sejumlah kota metropolitan dan juga menjadi bagian dari program 'RDPS Palembang Belagak. Metode pengerjaan dilakukan dengan sistem subduct atau underground dengan kedalaman sekitar 1,5 meter, sehingga memerlukan koordinasi lintas sektor.


“Kita harus koordinasi dengan PDAM, jaringan gas, drainase, dan utilitas lainnya agar tidak saling mengganggu,” jelasnya.


Untuk tahap awal, penataan hanya dilakukan di jalan milik Pemerintah Kota Palembang dan belum menyentuh jalan protokol nasional. Berdasarkan pengalaman di kota lain, pengerjaan tiga ruas jalan tersebut memerlukan waktu sekitar enam bulan, meski Pemkot Palembang berharap prosesnya bisa berjalan lebih cepat.


"Estimasinya secepatnya dalam tahun ini juga terlaksana," ujarnya. (Ara)

×
Berita Terbaru Update