Notification

×

Tag Terpopuler

Ratu Dewa: Santri Harus Melek Digital dan Berakhlak, FGIK 2026 Resmi Digelar

Monday, January 26, 2026 | Monday, January 26, 2026 WIB Last Updated 2026-01-26T10:06:05Z


PALEMBANG,SP - Wali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Festival Generasi Islami Kreatif (FGIK) 2026 se-Kota Palembang, yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Terpadu Nurul Qomar, Senin (26/1/2026).


Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran pesantren dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. 


Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Palembang juga meresmikan gedung Taman Kanak-kanak (TK) yang berada di lingkungan Ponpes Nurul Qomar sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan sejak usia dini.


Dalam sambutannya, Ratu Dewa menyampaikan apresiasi atas kontribusi Ponpes Nurul Qomar dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kota Palembang, khususnya dalam membina generasi Qurani yang kreatif dan berdaya saing.


“Pesantren hari ini tidak cukup hanya melahirkan santri yang pandai menghafal, tetapi juga harus membentuk pribadi yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta memiliki kecakapan hidup yang relevan dengan tantangan masa depan,” ujar Ratu Dewa.


Ia menekankan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membangun generasi Islami yang mampu menjaga nilai moral di tengah derasnya arus informasi dan budaya digital.


Menurutnya, nilai-nilai akhlakul karimah, etika sosial, kedisiplinan, dan tanggung jawab harus terus diperkuat, seiring dengan peningkatan literasi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kebudayaan, seni, hingga literasi keuangan.

Lebih lanjut, Ratu Dewa juga menyoroti pentingnya kesiapan santri dalam menghadapi era transformasi digital. 


Ia mendorong agar pesantren mulai memperkenalkan wawasan teknologi, termasuk pemahaman dasar tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pemanfaatan media sosial secara positif dan produktif.


“Santri harus paham digitalisasi. Bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pencipta konten yang membawa pesan kebaikan, dakwah yang santun, dan edukasi yang mencerahkan di ruang-ruang digital,” tegasnya.


Ia menilai bahwa penguasaan teknologi yang dibarengi dengan nilai moral yang kuat akan menjadi kombinasi strategis dalam melahirkan generasi Muslim yang mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa.


Dalam konteks pembinaan generasi muda, Ratu Dewa juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan tokoh agama, untuk bersinergi dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an

.

“Pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bukan hanya tugas pesantren, tetapi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah siap mendukung setiap ikhtiar yang bertujuan meningkatkan kualitas keislaman generasi muda,” katanya.


Sementara itu, kegiatan Festival Generasi Islami Kreatif 2026 diisi dengan berbagai perlombaan dan pertunjukan yang menampilkan potensi santri di bidang seni, dakwah, literasi, dan kreativitas digital. 


Ajang ini diharapkan menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana pembinaan mental kompetitif yang sehat bagi para santri.


Dengan diresmikannya fasilitas pendidikan baru dan terselenggaranya berbagai kegiatan kreatif tersebut, Ratu Dewa berharap Ponpes Nurul Qomar dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta mencetak generasi Islam yang unggul, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.


“Semoga dari pesantren inilah lahir calon-calon pemimpin umat yang cerdas, berintegritas, dan mampu membawa Palembang menjadi kota yang religius sekaligus maju,” katanya. (Ara)

×
Berita Terbaru Update