Notification

×

Tag Terpopuler

Karantina Sumsel dan IPC Terminal Petikemas Bahas Solusi Kelancaran Logistik Ekspor

Thursday, June 25, 2026 | Thursday, June 25, 2026 WIB Last Updated 2026-06-29T15:04:00Z



PALEMBANG,SP – Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Sumatera Selatan (Sumsel) bersama PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang menggelar Coffee Morning bertajuk "Ngobrol Santai Bareng Shipper, Kupas Tuntas Permasalahan Logistik Ekspor" di Kantor Karantina Sumsel, Kamis (25/6). Kegiatan ini menjadi forum diskusi untuk memperkuat koordinasi dalam mendukung kelancaran logistik ekspor komoditas unggulan asal Sumatera Selatan.

Forum tersebut dihadiri oleh Karantina Sumsel, Bea Cukai Palembang, PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang, asosiasi pelaku usaha, perusahaan eksportir, serta pengguna jasa. Pertemuan ini menjadi wadah komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha guna mencari solusi atas berbagai tantangan dalam proses ekspor.

Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, mengatakan kolaborasi dengan PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang merupakan langkah strategis untuk membangun sinergi yang lebih kuat dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor logistik ekspor.

"Tantangan logistik ekspor hanya dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, serta pelaku usaha," ujar Sri Endah.

Dalam kesempatan itu, Sri Endah juga memaparkan perkembangan layanan ekspor Karantina Sumsel beserta capaian penerbitan sertifikat ekspor. Hingga tahun 2025, Karantina Sumsel menerbitkan sebanyak 3.978 sertifikat ekspor, meningkat 36,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 3.030 sertifikat. Sementara hingga 24 Juni 2026, jumlah sertifikat ekspor yang telah diterbitkan mencapai 1.002 sertifikat.


Ia menjelaskan, komoditas ekspor unggulan Sumatera Selatan didominasi oleh karet lempeng, kelapa bulat, Palm Kernel Expeller (PKE), kayu olahan, minyak kelapa mentah, pakan hewan, kopi, santan, serta berbagai produk hilirisasi perkebunan lainnya. Komoditas tersebut dipasarkan ke sejumlah negara tujuan utama, seperti Tiongkok, India, Vietnam, Malaysia, dan Singapura.


Sementara itu, PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang memaparkan kondisi terkini logistik ekspor, mulai dari dinamika pelayaran internasional, ketersediaan kontainer dan kontainer berpendingin (reefer), hingga kesiapan fasilitas terminal dalam mendukung kelancaran arus ekspor.


Para pelaku usaha dan asosiasi eksportir juga menyampaikan berbagai masukan terkait kendala yang dihadapi di lapangan. Berbagai usulan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama dalam upaya meningkatkan efektivitas layanan logistik ekspor di Sumatera Selatan.


Melalui forum kolaboratif ini, Karantina Sumsel bersama PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang berharap dapat memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan sekaligus menghadirkan solusi yang mampu meningkatkan daya saing ekspor komoditas unggulan Sumatera Selatan di pasar internasional. (Ara)

×
Berita Terbaru Update