Notification

×

Tag Terpopuler

Palembang Jadi Sorotan BAM DPR RI, Aspirasi Warga Soal Banjir dan Kemacetan Dibawa ke Jakarta

Sunday, June 14, 2026 | Sunday, June 14, 2026 WIB Last Updated 2026-06-14T17:20:57Z


PALEMBANG,SP – Wali Kota Ratu Dewa membuka Festival Aspirasi Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI bertema "Membangun Tata Kota Palembang yang Berkelanjutan untuk Mengatasi Banjir dan Kemacetan melalui Aspirasi dan Partisipasi Publik" di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Minggu (14/6/2026).


Forum ini dihadiri langsung oleh Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan, para wakil BAM DPR RI, serta anggota DPR RI Yudha Novanza Utama. 



Kegiatan ini menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan strategis perkotaan, hasil diskusi dan masukan yang dihimpun dalam kegiatan tersebut akan dibawa ke Jakarta sebagai bahan rekomendasi kebijakan di tingkat nasional.


Ratu Dewa menegaskan bahwa Palembang sebagai kota tertua di Indonesia menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat hingga masyarakat.


"Ini forum yang tepat untuk membahas persoalan-persoalan strategis Kota Palembang. Kota ini terus berkembang dengan jumlah penduduk yang kini mencapai lebih dari 1,8 juta jiwa, sehingga membutuhkan perencanaan yang matang dan berkelanjutan," ujar Ratu Dewa.


Ia mengungkapkan Pemerintah Kota Palembang juga telah mengusulkan perluasan wilayah kota kepada Kementerian Dalam Negeri sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan pembangunan dan pertumbuhan penduduk.


Terkait persoalan banjir, Ratu Dewa menjelaskan bahwa permasalahan tersebut bukan hal baru bagi Palembang. Menurutnya, catatan sejarah menunjukkan banjir telah terjadi sejak tahun 1932, namun tuntutan masyarakat terhadap penyelesaiannya kini semakin besar.


"Banjir di Palembang dipengaruhi faktor alam dan perilaku manusia. Saat curah hujan tinggi, genangan akan muncul. Namun perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan dan kurang menjaga anak sungai juga menjadi penyebab yang harus dibenahi bersama," katanya.


Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dan memperhatikan kondisi anak-anak sungai yang menjadi bagian penting sistem drainase kota.


Selain banjir, persoalan kemacetan, persampahan dan sanitasi juga menjadi fokus utama pemerintah kota. Ratu Dewa menyebut pengelolaan sampah di Palembang tengah memasuki tahap penting melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).


"Insya Allah PSEL ini akan menjadi percontohan nasional. Yang rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada Oktober mendatang," ujarnya.


Ratu Dewa menegaskan berbagai persoalan perkotaan tersebut tidak bisa diselesaikan sendiri. Pemerintah Kota Palembang telah menyiapkan program jangka pendek, menengah dan panjang yang membutuhkan dukungan serta sinergi lintas pemerintahan.


"Penanganan banjir, kemacetan, persampahan dan sanitasi harus dilakukan secara terintegrasi bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat," tegasnya.


Di sisi lain, Ratu Dewa memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Palembang. Selama masa kepemimpinannya, pertumbuhan ekonomi Palembang tercatat mencapai 5,91 persen atau melampaui rata-rata Provinsi Sumatera Selatan maupun nasional. Pemerintah kota juga terus mendorong penguatan UMKM, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penurunan angka kemiskinan.


"Kami ingin menjadikan Palembang sebagai kota modern yang terus berkembang dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat," katanya.


Menutup sambutannya, Ratu Dewa berharap dukungan seluruh pihak untuk mewujudkan Palembang yang semakin maju, berdaya saing dan sejahtera melalui pembangunan kota yang berkelanjutan.


"Melalui sinergi dan partisipasi semua pihak, saya optimistis Palembang akan semakin berdaya dan semakin sejahtera," katanya.


×
Berita Terbaru Update