Notification

×

Tag Terpopuler

Ayam Bantuan PTBA Mulai Bertelur, Buka Harapan Ekonomi Warga Desa Sirah Pulau

Tuesday, September 01, 2026 | Tuesday, September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-09-01T10:36:30Z

 


LAHAT,SP – Ada kesibukan baru dalam keseharian Amat Surman (72), warga Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. Pagi, sore, hingga malam hari, waktunya kini dihabiskan untuk merawat ayam petelur yang dipelihara di kandang samping rumahnya.


Amat rutin memperhatikan pakan dan minum ayam, serta membersihkan kandang setiap dua hari sekali. Ketelatenannya mulai membuahkan hasil. Ayam-ayam yang dirawatnya kini telah mulai bertelur, membuka harapan baru bagi tambahan penghasilan keluarganya.


“Sebelum merawat ayam-ayam ini bisa dibilang saya menganggur, karena tidak ada pekerjaan tetap. Jadi untuk kebutuhan sehari-hari masih bergantung pada anak saya,” ujar Amat.


Bagi Amat, memelihara ternak bukanlah hal baru. Sejak kecil, ia telah terbiasa memelihara ayam, bebek, hingga kambing. Namun kali ini, pengalaman tersebut kembali dimanfaatkan melalui program budidaya ayam petelur yang berpotensi menjadi sumber penghasilan.


Amat merupakan salah satu penerima manfaat Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Program budidaya ayam petelur rumahan di Desa Sirah Pulau tersebut bertujuan mendorong ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga masyarakat.


Pada tahap awal, setiap penerima manfaat mendapatkan 12 ekor ayam siap bertelur, satu karung pakan, serta kandang yang dibangun di dekat rumah masing-masing.


Menariknya, ayam bantuan tersebut menunjukkan produktivitas lebih cepat dari perkiraan. Semula, ayam diprediksi mulai bertelur pada hari ke-24. Namun, dalam pelaksanaannya, telur pertama sudah dihasilkan pada hari ke-16.


Hingga 31 Agustus 2026 atau 23 hari setelah distribusi, ayam telah beradaptasi dengan lingkungan baru dan mulai menghasilkan telur.


Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan perkembangan tersebut menjadi indikator positif bahwa program pemberdayaan masyarakat telah memasuki tahap menghasilkan manfaat ekonomi secara langsung.


“Kami bersyukur program budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau mulai menunjukkan perkembangan positif. Ayam-ayam yang sebelumnya kami berikan sebagai bagian dari dukungan awal kini sudah mulai bertelur. Ini merupakan langkah awal yang baik karena masyarakat mulai dapat merasakan hasil dari usaha yang mereka kelola sendiri,” ujar Eko.


Menurutnya, program pemberdayaan tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam jangka panjang.


“Yang ingin kami bangun adalah ekosistem usaha yang dapat tumbuh secara mandiri. Karena itu, selain memberikan ayam dan sarana pendukung, PTBA juga memberikan pelatihan serta pendampingan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha ini secara berkelanjutan,” katanya.


Senada, Sustainability Division Head PTBA, Dedy Saptaria Rosa, menilai mulai berproduksinya ayam petelur menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, mulai dari pengelolaan produksi, pemeliharaan kesehatan ternak, hingga pemasaran telur.


Menurut Dedy, pengembangan budidaya ayam petelur memiliki nilai strategis karena tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendukung ketersediaan pangan bergizi di tingkat lokal.


“Kami berharap usaha ini berkembang dari skala rumah tangga menjadi usaha bersama yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Desa Sirah Pulau. Selain menghasilkan pendapatan, telur yang diproduksi juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekitar,” ujarnya.


Program budidaya ayam petelur ini merupakan hasil kolaborasi PTBA dengan Rumah Kreatif Sriwijaya sebagai mitra pelaksana dan melibatkan tenaga ahli di bidang budidaya ayam petelur. Program tersebut juga mendapat dukungan dari Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) serta Pemerintah Desa Sirah Pulau.


Sebagai tindak lanjut, PTBA juga telah melakukan survei lokasi di desa terdekat Ring 1 perusahaan untuk persiapan penanaman jagung dan pengembangan pabrik pakan mandiri. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem budidaya ayam petelur yang lebih efisien dan berkelanjutan.


Bagi Amat, program tersebut menjadi awal harapan baru untuk memiliki penghasilan mandiri di usia senja.


“Terima kasih kepada PTBA. Kami bersyukur sudah dibantu. Harapannya jangan hanya 12 ekor. Kalau ada tambahan ayam dan pakan, mudah-mudahan bisa segera diberikan. Kalau ayamnya semakin banyak dan produksinya bagus, kami juga bisa mendapatkan penghasilan lebih,” tutur Amat. (Ara)

×
Berita Terbaru Update