Notification

×

Tag Terpopuler

Anak Pejabat Tewas Gantung Diri

Monday, September 16, 2019 | Monday, September 16, 2019 WIB Last Updated 2019-09-16T02:36:35Z
Pemakaman Korban Gantung Diri (foto/rwn)
PALEMBANG, SP - Seorang mahasiswa Politeknik Sriwijaya (Polsri), Palembang, Satria Erlangga (19), ditemukan tewas dengan kondisi leher terikat tali dan tergantung dalam kamar kos Panut Hartono, Jalan Srijaya Negara, Bukit Lama, Palembang. Diduga, dia menjadi korban bunuh diri.

Korban diketahui merupakan mahasiswa semester satu dan tercatat sebagai warga Lorong Cempaka, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau. Selain itu, korban juga diduga merupakan anak salah seorang pejabat di Kabupaten Musi Rawas.

Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Masnoni mengatakan, peristiwa tersebut baru diketahui Sabtu (14/9) sekira pukul 16.40 WIB. Korban yang diketahui tidak keluar kamar membuat pemilik kos meminta pegawainya untuk melihat korban di kamarnya yang berada di lantai dua.

Namun, setelah pegawai tersebut mengetuk kamar korban, ternyata tak kunjung mendapat jawaban. Lalu, pemilik kos yang curiga kemudian membawa kunci cadangan untuk membuka kamar korban.

"Saat itu, saksi melihat korban sudah dalam keadaan leher terikat tali dan tergantung di kusen pintu toilet dalam dalam kamar kos itu. Selanjutnya saksi langsung menghubungi keluarga korban dan pihak kepolisian," kata Masnoni.

Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga mendapati tali tambang dan sebuah surat wasiat.

"Dugaannya memang ke sana (bunuh diri). Untuk surat wasiat tersebut intinya berisi permintaan maaf kepada pihak keluarga," katanya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Komputer Polsri A Bahri Joni Malyan mengaku terkejut dengan kematian salah satu mahasiswanya tersebut dan pihaknya turut prihatin terhadap apa yang menimpanya. Secara akademik selama dua semester yang telah dijalani cukup baik, IPK-nya 3,4.

"Pergaulan sehari-hari juga bagus, tapi kami tidak tahu jika ada persoalan lain yang sedang dihadapi," ujarnya.

Bahri menambahkan, sepengetahuannya jika korban baru sejak tanggal 2 September lalu tinggal di tempat kos tersebut. Selama ini menetap di rumah neneknya, di Jalan Letnan Murod, Lorong Damar, KM 5 Palembang.

"Kami cukup kaget dengan kejadian ini, mudah-mudahan jadi pelajaran bagi mahasiswa lain, jangan sampai terulang lagi," harap dia.

Jenazah korban telah dimakamkan di TPU Puncak Sekuning, Minggu (15/9). Suasana hari keluarga dan rekannya mengiringi ketika jasadnya dimasukkan ke liang lahat. (RWN)
×
Berita Terbaru Update