Notification

×

Tag Terpopuler

Zulinto : Selfi Anjal Tidak Dipungut Biaya

Thursday, September 12, 2019 | Thursday, September 12, 2019 WIB Last Updated 2019-09-12T09:00:02Z
Walikota Palembang H. Harnojoyo, S.So dan Kadisdik Provinsi Drs. Widodo, M.P Bersama Kadisdik Kota Palembang Tinjau Langsung Ruang Belajar Selfi Anjal (foto/raf)
PALEMBANG, SP - Pendidikan tidak hanya jadi tanggung jawab orangtua. Tetapi juga pemerintah. Setelah sukses melalui program Sekolah Filial di Lapas Anak, Dinas Pendidikan Kota Palembang, Kamis (12/9/2019) melounching Sekolah Filial (Selfi) untuk anak jalanan dan anak putus sekolah.
Walikota Palembang H.Harnojoyo, S.Sos mengatakan, program ini menjadi inovasi lanjutan yang menurutnya  merupakan salah satu bagian dari visi Palembang Emas Darussalam. Untuk menciptakan kesejahteraan bagi semua masyarakat kota Palembang.
“Melalui anggaran yang ada, serta inovasi dan dukungan dari semua pihak, maka kami luncurkan sekolah filial ini dalam cakupan yang lebih luas,” kata Harnojoyo, usai melaunching sekolah Anjal di halaman gedung Sanggar Kegiatan Belajar  (SKB)Jl. Srijaya No.896, Srijaya, Kec. Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Kamis (12/9).
Ia menambahkan, program ini belum sebulan digarap namun telah mendapat respon positif dari warga Palembang. Ada sebanyak hampir 400 anak jalanan dan putus sekolah yang diterima saat ini, untuk bersekolah di Gedung SKB, Jl Srijaya yang menjadi tempat belajar.
“Sekali lagi, ini menjadi komitmen kami. Sehingga kedepan kita berharap akan lebih banyak lagi memberi manfaat bagi warga Palembang, oleh karena itu saya berharap kepada masyarakat mari bersama-sama kita mencerdaskan anak bangsa dengan mengentaskan anak yang putus sekolah,” harap Harnojoyo
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan kota Palembang H. Ahmad Zulinto, S.Pd.MM mengatakan, sekolah filial khusus Anak Jalanan (Anjal) dan putus sekolah yang telah dilounching ini mendapat apresiasi yang begitu besar dari gubernur provinsi Sumatera Selatan  dan Walikota Palembang, karena Sekolah filial anjal dan anak putus sekolah  tersebut  merupakan sekolah filial baru pertama di Indonesia yang mengurusi anak-anak putus sekolah dan anjal.
Sebelumnya kata Zulinto, Sumsel sudah memiliki Selfi yang ada di lapas anak Pakjo, “Alhamdulillah sudah akan diajukan di tingkat dunia ini adalah suatu prestasi Kota Palembang, kami sangat berharap dengan adanya selfi ini anak-anak  yang tidak mampu yang putus sekolah, dan mungkin ada juga anak-anak yatim piatu yang selama ini untuk mendapatkan pendidikan terbentur biaya dengan selfi ini mereka dapat bersekolah kembali,”ujar Zulinto.
“Disekolah Selfi ini juga para siswa ini bukan hanya diberikan pendidikan formal, tetapi mereka juga diberikan pendidikan Sistem vokasi,  nantinya para siswa di sekolah Filial Anjal ini  apabila kelak mereka  lulus diharapkan memiliki keterampilan sesuai dengan yang akan diikuti pada saat mereka sekolah nantinya. Konsep pelaksanaan kegiatan sekolah filial yang kita lounching ini bukan hanya pembelajaran formal, tapi juga sertifikat keterampilan vokasi,"ujar Zulinto.

Menurut Zulinto,  dalam pendidikan vokasi penguasaan aspek keilmuan dan teori-teori tidak begitu utama, justru yang sangat penting adalah /siswa memiliki ketrampilan khusus dalam bidang program yang mereka ikuti. “Pendidikan vokasi menekankan pembelajaran terstruktur dengan keahlian, dalam kurikulumnya mencakup muatan pembelajaran keilmuan, keterampilan dan praktik kerja lapangan,”katanya.

“Melalui pendidikan vokasi yang diberikan, kita berharap setelah mereka keluar dari selfi ini mereka bukan hanya mengatongi ijazah formal saja, tetapi mereka juga akan menerima sertifikat keterampilan,” terangnya.

Zulinto juga mengatakan, didalam pelayanan ini ada  dua penangung jawab untuk tingkat SD dan SMP penangung jawabnya Dinas Pendidikan Kota Palembang sedangkan ditingkat SMA  penanggung jawabnya Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Selatan.

”Kami sangat berharap kepada Kepala Dinas Pendidikan provinsi  Drs. Widodo, M.Pd yang mewakili Pemerintah provinsi  mengingat siswa selfi tingkat SMA ini lebih banyak ini akan terakomodir di SMA Negeri 11 Palembang data dapodiknya bisa masuk dan urusan mutasi pindahnya bisa terselesaikan sehingga anak-anak ini bisa melanjutkan sekolah di selfi ini,”ujar Zulinto.

Saat disinggung mengenai daya tampung, Zulinto mengatakan, Untuk daya tampung sampai hari ini pun Selfi anjal dan anak jalanan tetap mebebaskan daya tampung artinya selama masih ada gedung dan ruang belajar kita akan layani, karena pihaknya tidak mau menunda, sebab anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. “Maka sebanyak apapun yang mendaftar di Selfi ini nanti yang mendaftar kita usahakan untuk belajar disini,”kata Zulinto.

Zulinto menghimbau, bagi masyarakat yang ingin anaknya melanjutkan sekolah segeralah mendaftarkan diri di Selfi ini. “Selfi ini tidak bayar, bahkan nanti akan dianggarkan di Anggaran Pendapatan belanja Daerah (APBD) untuk menopang kegiatan ini, dan mereka juga sudah ada Dana BOS, jadi kalau mereka sudah terdaftar di sekolah, missal untuk SD di SDN 238,  SMP di SMPN 19, dan SMA di SMAN 11, secara otamatis Dana BOS nya masuk disana, artinya untuk mendukung biaya pendidikan sudah masuk di sarana sekolah masing-masing, ”Pungkas Zulinto.

Untuk lokal yang disediakan untuk per tingkat SD tiga,  SMP tiga lokal SMA juga Tiga lokal,  sampai saat dilounching jumlah pendaftar sudah mencapai 368 siswa. (Raf)
×
Berita Terbaru Update