![]() |
| Kepala Balai Prasarana Permukiman Sumatera Selatan (Sumsel), Ahmad Irwan Kusuma, (foto/net) |
PALEMBANG, SP - Kawasan kumuh tersebar tidak hanya dominan Seberang Ulu saja tetapi juga Ilir. Pemerintah Kota Palembang akan melakukan perbaikan dengan bantuan pemerintah pusat di tiga titik kawasan Sungai Sekanak. Hal ini akan dilakukan setidaknya tahun depan dan ditargetkan mampu mengurasi 1500 hektar saat ini.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Sumatera Selatan (Sumsel), Ahmad Irwan Kusuma mengatakan, restorasi tidak hanya memperhatikan sendimentasi sungai dan tetapi infrastruktur penunjang lainnya. Sehingga kesan kumuh kawasan tepi sungai pun hilang.
Pengentasan kawasan kumuh di Kota Palembang menjadi tanggungjawab banyak pihak dengan berbagai program. Secara keseluruhan, kawasan kumuh Palembang seluas 3428 hektar dan sudah tertangani 748 hektar.
"Sekitar 1500 hektar lagi perlu dituntaskan, untuk pengurangan wilayah kumuh 2024 bisa berkurang setengah, 2030 kawasan kumuh harus tuntas," katanya.
Kawasan kumuh di 24 Ilir, 25 Ilir dan 26 Ilir ini telah dilakukan identifikasi apa saja yang perlu ditingkatkan kualitas permukimannya. Seperti penataan bangunan, air minum, pengolahan persampahan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengelolaan drainase lingkungan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana penanganan kebakaran.
"Totalnya sekitar 10 hektar, ini memang masuk dalam restorasi Sungai Sekanak," ujarnya.
Salah satu kendala belum tuntasnya kawasan kumuh ini lantaran anggaran yang terbatas. Kawasan yang paling banyak kumuh diantanya kawasan pinggiran sungai yang mana seharusnya tidak boleh sembarang membangun bangunan di kawasan itu.
Badan Amil Zakat Nasinal (Baznas) Kota Palembang, Saim Marhadan mengatakan, memangkas kawasan kumuh tidak hanya mengandalkan anggaran pusat. Tetapi dengan program yang selama ini dilakukan yakni membedah atau memperbaiki rumah yang sudah tidak layak melalui Baznas.
"Tahun ini ada 3 rumah yang diperbaiki dengan total Rp50 juta sudah termasuk membayar upah tukang dan bahan bangunan," ujarnya. (Ara)
