Notification

×

Tag Terpopuler

Tapal Batas Hutan Picu Konflik Harimau-Manusia

Friday, January 03, 2020 | Friday, January 03, 2020 WIB Last Updated 2020-01-03T02:37:45Z
Ilustrasi (Foto/ist)
PALEMBANG, SP -  Direktur Yayasan Depati, Konsentrasi Bidang Hutan, Lingkungan dan Adat, Ali Goik menyebutkan, salah satu pemicu terjadinya konflik harimau dengan manusia yang terjadi di Sumsel akibat minimnya tapal batas antara hutan lindung dan tanah warga.
Dijelaskannya, minimnya tapal batas anatara hutan lindung dan perkebunan warga menjadikan harimau dan manusia tidak memiliki batas area masing-masing termasuk areal yang hutan yang dilarang untuk dimasukki.
“kalau tidak ada batasnya, mungkin warga tidak tahu. Ini menjadi PR bagi Kementerian Kehutanan,” ungkapnya, kemarin.
Dijelaskannya,  terkait konflik harimau di Kabupaten Muara Enim, Lahat, Pagaralam merupakan bukti jika keimbangan alam sudah tidak terjaga lagi. Bahkan, di wilayah tersebut sudah banyak dirusak oleh investasi masuk tanpa memikirkan keseimbangan alam.
“Siapa saja akan marah kalau rumahnya dirusak dan diganggu termasuk binatang dalam hal ini harimau, rumah mereka sekarang dirusak,” ujarnya.
Menurut Ali, konflik harimau harus disikapi secara serius oleh Pemerintahan Provinsi, pemerintahan Kabupaten dan Kota dengan menyetop pemberian izin bisnis ekstraktip  dan menegur pelaku usaha yang melanggar aturan.
“Info terakhir Bukit Kendipun sekarang lagi dibombardir oleh penguasa tambang, kalau keseimbangan alam terjaga tidak akan terjadi konflik antara manusia dan binatang, intinya jangan salahkan tuan rumah, tetap jaga alam jaga tradisi seperti yang tertuang didalam kitab Undang Undang Simbur Cahaya,” katanya. (Kar)
×
Berita Terbaru Update