Maharani Ardy Tetap Produktif Meski Latihan di Rumah


PALEMBANG, SP - Wabah Virus Corona di tanah air diperkirakan masih akan mengalami penambahan sebelum puncak pandemi yang diperkirakan akan berlangsung pada Akhir Mei mendatang.

Di Sumsel sendiri saat ini telah mengalami pelonjakkan kasus Corona hampir 200 kasus, hal inilah yang membuat KONI Sumsel yang beberapa waktu lalu memutuskan agar para atlet yang lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua agar menjalankan latihan secara mandiri.

Meskipun menjalani kegiatan dirumah saja para atlet di harapkan agar tetap produktif melakukan latihan fisik maupun teknik guna menjaga stamina dan daya tahan fisik. Sehingga saat dipanggil kembali mengikuti PON XX yang dijadwalkan akan digelar pada Oktober 2021, atlet tetap dalam kondisi bugar.

Tak terkecuali yang di lakukan oleh petembak Sumsel yang tergabung dalam Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Sumsel yakni Maharani Ardy,  perempuan kelahiran 14 November 1986 ini tercatat, menjadi salah satu dari 14 petembak Sumsel dan pelatih yang berhak tampil di PON Papua.

"Iya, kami latihan di rumah secara mandiri, yakni latihan kering (membentuk titik fokusnya membidik sasaran tembak-red), 10 meter Air Rifle," kata Maharani Ardy, Rabu (6/5/2020).

Saat latihan di rumah, kata Reni-sapaan akrab Maharani Ardy, mereka memakai perlengkapan yang biasa dipakai saat latihan, hanya saja tidak memakai peluru.

"Latihan biasa tidak pakai peluru, kan latihan di rumah. Kami juga melakukan latihan fisik yang dipandu oleh pelatih. Jadi semua latihan, baik fisik dan teknik, pelatih yang pandu melalui video call," tambahnya

Disinggung mengenai PON Papua, Reni menegaskan, dia akan ikut ambil bagian pada pesta olahraga terbesar di Tanah Air tersebut. Apalagi, di cabang olahraga (cabor) menembak tidak ada batasan usia atlet.

"Sejauh ini belum ada batasan usia di cabor menembak, hanya dibedakan kelas usia saja, ada yang senior dan junior. Reni sendiri turun di Event 50 meter 3 Position Women 10 meter Air Rifle Women," terang peraih emas SEA Games tahun 2011.

Ditambahkan karyawan Bank Sumsel Babel itu, banyak petembak Sumsel yang masuk dalam ranking Pengurus Besar (PB) PON, namun tidak semuanya bisa tampil di ajang PON.

"Kalau dari Sumsel ada 14 termasuk pelatih. Memang ada banyak yang masuk kuota ranking dari PB PON, dan semua yang lolos Maksimum Qualifikasi Standar (MQS) belum tentu bisa ikut PON," jelas Ibu dari Quaneisha Aqilah Winarya.

Disinggung mengenai dampak Covid-19, hingga menunda satu tahun pelaksanaan PON Papua, Reni enggan berbicara tentang untung dan rugi.

"Saya tidak bicara masalah untung rugi, karena ini musibah dunia bukan hanya Indonesia, banyak event dunia yang ditunda. Dan untuk penundaan PON yang merasakannya seluruh Indonesia, dan tidak hanya Sumatera Selatan," tutup Reni. (Nis) 

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.