Peduli Dampak Corona, GPPMP Sumsel Bagikan Paket Sembako Dan Masker Di Ogan Ilir

Koordinator Kegiatan Sosial GPPMP Sumsel, Sobirin beserta perwakilan mahasiswa berbagai Universitas di Sumsel, saat bagikan paket sembako dan masker kepada warga masyarakat di sekitaran tugu timbangan 32 Inderalaya Ogan Ilir, Kamis (14/5)
PALEMBANG, SP - Gerakan Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli (GPPMP) Sumatera Selatan Kamis (14/5) menggelar kegiatan sosial dengan membagikan ribuan paket sembako serta masker kepada warga masyarakat terutama pekerja informal disekitaran tugu timbangan 32 Indralaya kabupaten Ogan Ilir.

Organisasi gerakan pemuda yang terdiri dari beberapa Universitas di Sumsel yakni Universitas Sriwijaya, UIN Raden Fatah, Universitas Tridinanti, dan Universitas Terbuka ini bagikan Paket sembako yang terdiru dari beras, gula, mie instant serta telur ini diberikan sebagai wujud kepedulian GPPMP terhadap warga yang terdampak pandemi Covid-19

"Sasaran kami mereka para pekerja informal seperti penarik beca, sopir angkot, buruh bangunan dan lainnya. Total ada 1.000 paket sembako yang kami bagikan selama tiga hari khusus di wilayah Ogan Ilir," sebut koordinator kegiatan baksos GPPMP Sumsel, Sobirin di sela-sela kegiatan, Kamis (15/5) lalu.

Selain di Indralaya lokasi kegiatan bakti sosial ini juga dilaksanakan di dua kecamatan lain di kabupaten Ogan ilir yakni Kecamatan Tanjung Batu serta KecamatanbPayaraman selama tiga hari berturut-turut.

Sementara itu, Aan (36) pengemudi bentor mengaku sangat senang dan berterima kasih atas pemberian bantuan paket sembako yang sedikit banyak sangat membantu dirinya beserta keluarga.

"Alhamdulillah kami berterima kasih atas diberikannya bantuan paket sembako, sedikit meringankan beban terutama ekonomi karena merosotnya pendapatan saya apalagi saya hanya seorang pengemudi bentor. Kami yang paling merasakan dampak pandemi ini yang semoga saja cepat berlalu," sebut Aan.

Hal senada juga diungkapkan Pian (54) pengemudi beca konvensional yang turut menerima bantuan paket sembako serta masker mengaku dengan adanya bantuan ini, dirinya sedikit dapat terbantu.

"Lihat sendiri pak, biasanya narik beca bawa pulang uang kerumah sehari Rp. 30-40 ribu, sekarang karena corona bisa dapat Rp 20 ribu saja sudah bersyukur pak, harapannya semoga bagi-bagi sembako ini juga dapat menular ke pihak-pihak lain dan virus ini cepat berlalu" Ujar Pian. (Fly)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.