Sumsel Alami Deflasi Sebesar 0,12 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan (BPS Sumsel), Endang Tri Wahyuningsih, (foto/net)
PALEMBANG, SP - Kepala badan Pusat Statistik Sumatera Selatan (BPS Sumsel), Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, meski ada beberapa komoditas yang mengalami inflasi pada April lalu. Secara nasional, Sumsel saat ini tengah mendapati keadaan deflasi yakni 0,12 persen dari total 11 kelompok penyumbang pertumbuhan ekonomi.

"Dari 11 kelompok, tercatat ada 4 yang mengalami inflasi. Sisanya, 3 kelompok deflasi dan 4 lainnya tidak mengalami perubahan indeks harga. Sedangkan salah satu kelompok yang memengaruhi inflasi pada April ini di tengah pandemik Covid-19, yakni dari kesehatan terutama vitamin dan alat kontrasepsi atau KB," katanya, Minggu (10/5).

Endang menerangkan, rincian kelompok penyumbang inflasi pada April 2020 pertama berasal dari perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga. Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,24 persen dengan komoditas seperti sabun detergent bubuk dan cair.

"Menyusul dari alat kontrasepsi, kemudian penyedia makanan, minuman meliputi bahan pangan sayur olahan dan restoran. Serta terakhir dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya antara lain emas dan perhiasan yang naik harganya," terang dia.

Adapun kelompok yang mengalami deflasi, jelas Endang, yakni kelompok tembakau sebesar 0,37 persen, yang menyumbang andil deflasi umum sebesar 0,11 persen. Sedangkan komoditas dominan deflasi terjadi pada komoditi cabai merah yang turun harga sebesar 21,49 persen.

"Lalu daging ayam ras, turun harganya rata-rata sebesar 6,24 persen menyumbang andil deflasi sebesar 0,098 persen, telur ayam ras, turun sebesar 5,94 persen dan menyumbang andil deflasi 0,053 persen. Serta beras sebesar 0,90 persen yang menyumbang andil deflasi sebesar 0,033 persen," jelasnya.

Endang menuturkan, deflasi yang terjadi di Sumsel juga akibat turunnya penggunaan moda transportasi. Secara nasional, kelompok tersebut mengalami deflasi sebesar 0,06 persen.

"Karena turunnya harga tarif angkutan udara serta pengaruh kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mengalami deflasi akibat turunnya biaya pulsa ponsel secara umum sebedar 0,071 persen," tuturnya.

Sedangkan kelompok yang tidak mengalami perubahan indeks harga pada bulan April yakni Kelompok pakaian. Lalu, dari kelompok perumahan, seperti air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Serta kelompok rekreasi, olahraga, budaya dan kelompok pendidikan. (Kar)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.