Bantuan Penataan Kawasan Permukiman Tunggu Kesiapan Pemkot

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Palembang, Affan Prapanca Mahali
PALEMBANG, SP
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap menggelontorkan bantuan pembangunan rumah untuk empat kawasan di Kota Palembang. Hanya saja masih terkendala kesiapan lahan lantaran terkendala anggaran dari Pemerintah Kota Palembang.

Kepala Satker Perumahan Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Sardju Bindarum mengatakan, penataan kawasan perukiman oleh Direktorat Jenderal Perumahan tersebut rencananya dilakukan di empat kawasan yakni Gandus, Sematang Borang, penataan rumah dan bangunan di pinggir Sungai Sekanak Lebak Cindo dan kawasan rumah penduduk korban kebakaran di Karanganyar.

Total anggaran se-Indonesia yang disipakan Rp1,4 triliun. Porsi untuk Kota Palembang tergantung kesiapan lahannya. "Jika dari empat lokasi ini walikota mengajukan 200 unit, maka kalikan saja setiap unit Rp35 juta, maka yang digelontorkan Rp6 miliar," katanya usai rapat dengan Walikota Palembang di Jalan Tasik, Senin (13/7/2020).

Ia mengatakan, jika proses administrasinya cepat, maka dalam dua bulan sudah bisa selesai. "Kalau siap di akhir Juli maka November selesai, type rumahnya diharapkan rumah tumbuh, agar bisa diperbaiki lagi saat ada dana lagi," katanya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Palembang, Affan Prapanca Mahali mengatakan, telah diajukan sejak tahun lalu sekitar 1.129 Unit. Sekarang sedang menunggu kesiapan penataan kawasan oleh Pemkot Palembang.

"Dua lokasi ini Sematang Borang dan Gantus masih verifikasi, menunggu kesiapan lahan dari pemkot, lokasi diidentifikasi kelayakannya," katanya.

Affan mengatakan, 2020 yang siap ini di lahan kebakaran Karanganyar. Selain itu pihaknya juga akan mendorong untuk yang di kawasan Lebak Cindo. Dengan pertimbangan penataan kawasan jalan, saluran air dan menata bangunannya. 

"Rumah bekas kebakaran di Karanganyar total 64 unit diantaranya 59 rumah dan 5 bedeng. Sudah diajukan tahun kemarin. Dalam waktu dekat direalisasikan," katanya.

Semenatar itu, kawasan Gandus dan Sematang Borang merupakan rumah komunitas. Diantaranya satu lokasi ada 40 unit dan 400 unit. Diminta diverifikasi dan tergantung kesiapan, apakah sudah ada listrik, pasar, TPU, akses jalan, sehingga setelah diberi bantuan rumah terbangun mereka langsung menghuni rumah.

"Kawasan yang belum bisa digarap ini kita belum bisa memastikan, karena kita tahu anggaran sekarang sedang sulit," katanya. (Ara)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.