Pengerjaan IPAL Sei Selayur Tunggu Uang Muka

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Ahmad Bastari
PALEMBANG, SP - Sejak dijajaki dua tahun terakhir, kini pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sei Selayur, Kalidoni telah selesai tahap tender. Proses pembangunan akan dilakukan setelah adanya pembayaran uang muka dan ditargetkan dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Ahmad Bastari mengatakan, rencana pembangunan IPAL melalui hibah Pemerintah Australia tersebut sudah memasuki tahapan persiapan ground breaking. 

Untuk pelaksanaan ini, ungkapnya, menggunakan dokumen tender internasional, dimana pekerjaan dilaksanakan pada saat uang muka sudah dibayar.

"Tahapan tender sudah selesai, yang menang dua perusahan, Australia joint Indonesia. Secepatnya pembangunan fisik, karenan 2022 harus selesai dengan kapasitas 22 ribu sambungan rumah," katanya.

Sejauh ini telah dilakukan pemasangan pipa induk dari pusat kota sampai ke lokasi IPAL Sei Selayur. Mulai dari pusat kota dengan melibuti beberapa kecamatan yakni Ilir Barat Satu, Bulit Kecil, Ilir Timur (IT) Satu, IT Dua, IT Tiga dan Kecamatan Kalidoni. 

Pipa induk ini di pasang di jalur Jalan Merdeka, Sudirman, Pasar 16 Ilir, Aligatmir, Veteran, Martadinata, Lemabang Mayor Zein, Kalidoni sampai Sungai Selayur

"Kita sudah dapat persetujuan dari Pemerintah Australia, tanda tangan kontrak sudah, sekarang lagi proses penagihan uang muka dan jika uang muka sudah diterima bisa jalan," katanya.

Pemerintah Australia memberikan bantuan hibah kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, salah satu kota yang terpilih untuk mendapatkan program pengolahan sistem air limbah domestik terpusat (SPAL-T) tersebut adalah Kota Palembang melalui Program PCSP. 

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, dengan dipasangnya pipa IPAL ke rumah-rumah warga, dipastikan limbah langsung diolah di Sei Selayur dan tidak akan ada lagi pembuangan limbah ke drainase dan anak sungai.

"Saat ini belum semua rumah, baru 22 ribu di wilayah sekitar kalidoni dan jalur terdekat. Setelah itu terpasang semua, baru kita kembangkan lagi sehingga seluruh kota terlayani," katanya.

Pembangunan IPaL ini di lahan 5,7 hektar adalah hibah dari Pemerintah Australia senilai 45 juta AUSD atau Rp450 miliar. IPAL Sei Selayur akan mengolah limbah rumah tangga dan dialirkan kembali ke sungai dalam keadaan bersih. (Ara)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.