Selama Pandemi Covid-19, JSC Tanpa Penghasilan

Wakil Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda N Kiemas  menerima kunjungan Bapemperda DPRD Sumut  dan Komisi IV DPRD Lampung terkait  pansus penyusunan perda keselamatan penerbangan  diruang banggar DPRD Sumsel, Selasa (25/8/2020).
- Biaya Perawatan Hingga Rp18 Miliar Per Tahun 

PALEMBANG, SP - Wakil Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda N Kiemas mengakui PT Jakabaring Sport City (JSC)  yang mengelola kawasan Olahraga Internasional di Kawasan Jabaring menelan biaya perawatannya  yang sangat besar.

“Waktu itu hampir Rp12 miliar sampai Rp18 miliar pertahun ini hanya untuk perawatan dasar, jadi ketika membangun sport center yang besar yang harus dipikirkan adalah setelah acara itu selesai bagaimana melakukan perawatannya,” kata Giri saat menerima kunjungan Kerja Bapemperda DPRD Sumut  dan Komisi IV DPRD Lampung terkait  pansus penyusunan perda keselamatan penerbangan  di ruang banggar DPRD Sumsel, Selasa (25/8/2020).

Menurutnya, belajar dari Kalimantan Timur dimana eks PON tidak terawat. Semen tara itu, di Pekanbaru mengalami hal yang sama. 

Menurut Giri, sejak 2016 lalu, pihaknya menilai jika aset sebesar JSC jika dibiarkan saja maka akan menelan biaya besar dalam hal perawatan.

“Karena saat itu evennya banyak , memang satu tahun itu setiap bulan memang ada kegiatan di Jakabaring sehingga kita hitung waktu itu saya Ketua DPRD Sumsel sehingga kita jadikan saja PT. Dan asetnya diserahkan kepada PT JSC sehingga dia bisa mencari even internasional dan menjadi kegiatan expo sehingga mendapatkan pemasukan,” katanya.

Pria yang juga ketua DPD PDIP Sumsel ini mengaku, saat ini kondisi JSC sekarang belum maksimal dan masih setiap tahun mensubsidi melalui Pemprov Sumsel melalui penyertaan modal Rp3 miliar untuk bantu tambahan kekurangan perawatan yuang dilakukan.

“Saran saya untuk kawan-kawan dari Sumatera Utara coba dihitung dengan baik dulu, kalau bangun Sport Center luar biasa besar  yang menjadi masalah kedepan adalah  maintenance, biaya pemeliharaannya tidak murah, urusan potong rumput saja bisa sampai Rp3-4 miliar pertahun , belum lagi listrik, air,” katanya.

Giri menjelaskan, selama pandemi Covid-19, JSC tidak ada even sama sekali JSC.

 “Nah, PT JSC ini salah satu PT yang statusnya mati segan hidup tak mau,” terangnya.  (Dor)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.