SFC Kembali Tanyakan Hutang ke PT LIB


PALEMBANG, SP - Sriwijaya FC terus memperjuangkan haknya kepada PT LIB selaku operator kompetisi terkait tunggakan subsidi yang belum terbayarkan.

Pada manajer meeting yang dilakukan selasa (11/8/2020) lalu Sriwijaya FC yang diwakilkan oleh Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid menanyakan kembali terkait nasib klubnya dan beberapa klub lainnya seperti PSMS Medan dan Semen Padang yang mengalami hal serupa. 

“Poin utama yang kita sampaikan pada saat manager meeting klub peserta dengan PT LIB, kemarin adalah kita minta solusi dari pada penyelesaian sisa utang subsidi kompetisi dari PT LIB,”ujarnya, Kamis (13/8/2020).

Sementata itu mengenai subsidi bantuan yang di janjikan beberapa waktu lalu oleh PT LIB,  Faisal mengatakan tetap meminta solusi untuk bisa menopang finansial klub dalam fase persiapan menatap lanjutan Liga 2 2020  yang bakal digelar pada 17 Oktober 2020 mendatang.

"Intinya kita minta usulan mengenai penyesalan hutang atau kita minta solusi kepada PT LIB mengenai permasalahan ini,"ungkapnya

Seperti diketahui hutang PT LIB kepada Sriwijaya FC terjadi pada musim 2018. Saat itu, Sriwijaya FC masih berkompetisi di Liga 1.

Dimana peserta Liga 1 2018 mendapatkan subsidi kompetisi dari PT LIB sebesar Rp5 miliar serta subsidi pengembangan program Elite Pro Academy Rp2,5 miliar. Total dana yang harusnya didapatkan Rp7,5 miliar dari operator kompetisi tersebut.

Namun dengan berjalannya waktu, dana subsidi tersebut menyisakan RRp3,4 miliar PT LIB membayarnya dengan mencicil. Manajemen Sriwijaya FC sudah menagih beberapa kali uang tersebut bahkan telah mengadu ke APPI, hingga sekarang belum ada kepastian terkait waktu pembayaran.

Disisi lain tekait permintaan klub klub mengenai subsidi sebagai persiapan kompetisi Liga 2, Pihak PT LIB melalui Direktur Utama, Akhmad Hadian Lukita, menanggapi prihal ini.

Menurutnya pihak PT LIB akan secepat mungkin memberikan uang subsidi jika jumlah yang diinginkan sudah terkumpul.

"Kalau sudah ada uang pasti akan segera kami selesaikan. Namun, sponsor kan, juga masih menunggu hasil rapat kami dengan klub,"ungkapnya.

Dana subsidi ini sendiri rencananya akan dialokasikan kepada tiap klub sebesar Rp600 juta yang diberikan bertahap dalam empat termin mulai dari September sampai Desember 2020. 

Selain itu apabila klub yang berhasil lolos ke babak perempatfl final maka klub tersebut akan dikucurkan tambahan uang subsidi dari PT LIB sebesar Rp200 juta yang dibagi ke dalam dua termin.

Untuk hadiah kompetisi, juara satu Liga 2 2020 akan mendapatkan uang Rp500 juta sementara peringkat kedua atau runner-up mendapatkan Rp300 juta. (Nis) 

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.