Berharap PDAM Masuk Desa Sukaraja Sebagai Solusi Kebutuhan Air

Ketua BPD Sukaraja Beni Feterson Al Murni

BANYUASIN,  SP --
Musim kemarau sering menjadi momok bagi daerah yang masuk kategori rawan kekeringan, mengingat kondisi geografis daerah memang tidak mendukung tersedianya air yang cukup saat musim kemarau.

Seperti halnya yang di alami warga Desa Sukaraja Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Desa yang bisa dikatakan dekat dengan Ibu kota Pangkalan Balai ini, namun sampai saat ini belum dialiri air PDAM. Sehingga bila di musim kemarau warga desa tersebut selalu kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Hal tersebut di ungkapkan Ketua BPD Sukaraja Beni Feterson Al Murni, saat di bincangi media ini pada Kamis (24/09), usai memimpin Musyawarah Desa (Musdes) penyusunan RKP Desa Tahun Anggaran 2021, di Kantor desa setempat.

Beni Feterson Al Murni, mengungkapkan, kesulitan untuk menikmati air bersih sangat terasa bila musim kemarau tiba, terutama bila musim kemarau panjang. Warga di Desa Sukaraja ini harus menempuh setidaknya 2 kilo meter untuk mendapatkan air bersih.

"Air memang menjadi kebutuhan pokok pertama. Air bersih sangat penting untuk dikonsumsi oleh semua makhluk hidup. Manfaat air bagi manusia  Untuk keperluan rumah tangga, contohnya minum, masak, mandi, mencuci dan pekerjaan rumah tangga lainnya," ucap Beni sapaan akrabnya.

Dirinya menyebut, Kesulitan untuk mendapatkan air bersih di desa nya sangat terasa sekali ketika musim kemarau tiba. Seiring berjalannya waktu, kata dia, keinginan untuk dialirinya sumber air bersih sejak lama diusulkan oleh masyarakat, BPD maupun Pemdes Suka Raja sendiri. "Jauh sebelum Tahun 2020, keinginan untuk menikmati sumber air melalui penyaluran PDAM Tirta Betuah telah diusulkan, namun hingga kini belum terealisasi," ujar dia mengeluh.

Saat ini Desa Sukaraja, jumlah Kepala Keluarga sebanyak 270, dan Ini mejadi saksi pedihnya mendapatkan air bersih setiap harinya. "Disini ada sumur, karena datarannya tinggi jadi sumber air dapatnya sedikit, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari terpaksa membeli air galon untuk minun dan ke sungai untuk keperluan cuci piring," terang dia.

Dirinya menjelaskan, penyaluran air ke desanya sempat terkendala akibat saluran pipa yang terhenti di Desa Petaling. "Sempat akan disambungkan dari Desa Petaling, belum jelas kenapa tidak jadi, padahal masyarakat sudah antusias menyambutnya," tutur dia.

Dirinya berharap ini menjadi perhatian baik oleh DPRD Banyuasin, khususnya di Dapil II dan oleh PDAM Tirta Betuah. "Kami memohon kiranya ini menjadi atensi yang harus diperjuangkan oleh pihak-pihak terkait dan DPRD. Agar, kesulitan air tidak lagi terasa ketika kemarau datang," pungkas dia

Senada yang dikatakan Nasirudin warga setempat, dirinya menyebut bahwa Air sebagai kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda ketersediaanya, dengan kemarau panjang ini masyarakat sangat merasakan dampaknya dan itu terjadi di Desa Sukaraja.

Untuk itu dirinya berharap ada kepedulian dari dinas terkait dari Pemerintah kabupaten Banyuasin agar memperhatikan hal tersebut agar mengupayakan PDAM bisa segera masuk Desa Sukaraja. "Warga setempat hanya mengandalkan air sumur seadanya, yang semakin hari semakin mengalami kedangkalan akibat musim kemarau," ungkap Nasir. (Adm)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.