Manusia Silver dan Efek Cat Minyak Bagi Tubuh

Manusia silver yang berada di sejumlah ruas jalan di Kota Palembang. (foto: Ara)

PALEMBANG, SP
- Kini hampir di setiap persimpangan lampu merah di Kota Palembang, keberadaan manusia silver sangat mudah dijumpai. Hal ini pun menjadi fenomena baru untuk mengais rezeki. 

Mereka kerap kali ada di persimpangan lampu merah DPRD Sumsel, Charitas Jalan Sudirman, juga Simpang Polda. Tapi sayangnya, demi sesuap nasi ancaman bagi kesehatan yang bisa ditimbulkan bila mereka terus menerus membalurkan cat minyak ke seluruh tubuhnya kapan pun bisa terjadi.

Fenomena pola mengemis menggunakan cat berwarna putih tersebut mulai bermunculan di Palembang dalam beberapa bulan terakhir. 

Lalu, apakah cat yang digunakan para pengemis ini aman bagi tubuh? Berikut kata dinkes dan dokter ahli kesehatan kulit. 

Lihat Juga : 

KEPSEK MENGHILANG, Dugaan Korupsi Dana BOS SDN 79 Palembang


Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Fauziah mengatakan, meski mereka belum secara pasti mengetahui jenis bahan yang digunakan manusia silver. Namun dari sisi medis bahan kimia apapun itu ketika dibalurkan ke kulit tentu akan memberikan efek, mulai dari alergi, kerusakan kulit dan lainnya. 

"Bahan kimia apapun tentu bahaya untuk digunakan di kulit, paling sering muncul adalah alergi. Perlu diwaspadai bila alergi kulit semakin parah," katanya, Selasa (1/9/2020).

Sementara itu, dr Resti Meifiana, Owner The Fame Skin Care menjelaskan fenomena manusia silver saat ini menjadi perhatian pengguna jalan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang jenis bahan yang digunakan. Pasalnya, mereka yang diketahuinya adalah bahan berupa cat untuk sablon dicampur dengan minyak.

"Tentu beda sekali dengan bahan cat yang biasa digunakan untuk seniman body painting yang aman bagi badan dan mereka juga memakai cat ini bisa seharian dan re-apply (dioles ulang) berkali-kali agar tidak luntur seharian," katanya.

Menurutnya, yang dikhawatirkan adalah efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Dimana efek jangka pendek dapat berupa dermatitis kontak, gejala ringan dapat muncul seperti merah, gatal, perih yang sering terjadi jika kulit sensitive terhadap bahan tertentu dari cat silver tersebut.

"Sampai gejala berat seperti ruam yang luas hingga melepuh.sedangkan efek jangka panjang akibat terus menerus terpapar bisa lebih berbahaya lagi," katanya.

Selain itu, formulasi cat yang bukan untuk penggunaan di kulit yang dioleskan sepanjang hari dan berulang. "Sensitifitas kulit orang juga berbeda, ada yang nunjukin reaksi dermatitis kontak yg reaksinya cepat, ada yang dalam jangka waktu lama baru ada reaksi," ujarnya. (Ara).

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.