Mengenal Lebih Dekat Sosok Cawabup H. Mulyana

Mengenal Lebih Dekat Sosok Cawabup H. Mulyana, (foto/epran)

MUSIRAWAS, SP
- Bagi sebagian besar warga Musi Rawas (Mura) nama  H. Mulyana sudah tak asing lagi.Pria yang akrab disapa pak Mul itu didaulat untuk mendampingi H. Hendra Gunawan untuk maju pada pemilihan kepala daerah Mura pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang.


Sosok Calon Wakil Bupati Musi Rawas ini dikenal sebagai sosok yang berjiwa sosial tinggi dan ramah. Saat ditemui di kediamannya di Kelurahan P2 Purwodadi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas, Rabu (7/10/2020) mengaku menapaki kehidupan ini dengan susah payah. "Dulu saya ini adalah seorang yang sangat susah Mas, saya adalah seorang honorer dan mengajar di TPA dan berjualan baju kecil-kecilan demi menyambung kehidupan,” ujarnya. 


Kemudian pada tahun 1984,  diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai guru agama Islam di SDN Purwodadi Kabupaten Musirawas dan itu kurang lebih 10 tahun menjadi guru,  diangkat menjadi Kepala Sekolah dari tahun 2003 - 2012. Kemudian pada tahun 2012-2019, saya  diangkat menjadi Pengawas Bidang Study Agama Islam, di Kecamatan Tugumulyo, Purwodadi, Sumber Harta dan Kecamatan Megang Sakti.


"Dan pada tahun 2019 -2020, diangkat menjadi Pengawas Guru Agama di Kecamatan Purwodadi dan Kecamatan Megang Sakti , Dari dulu saya menjalankan kehidupan yang penuh dengan sederhana Mas,” kata dia. 

Ketika ditanya mengenai Koperasi KSP Rias yang sekarang ini sudah berjalan dan alhamdulilah dapat membantu masyarakat. “Alhamdulillah sekarang koperasi yang saya rintis sudah berdiri di Sumbagsel,” katanya. 


Dan sekarang katanya dipercaya untuk mendampingi Hendra Gunawan mencalonkan diri menjadi Bupati dan Wakil Bupati Muara periode 2020-2025.

Dia mengatakan pencalonannya itu tidak terlepas dari niat untuk membantu masyarakat melalui visi dan misi guna membentuk suatu program yang membantu masyarakat melalui koperasi, “Contoh yang kita ambil seperti pedagang kecil, kita kasih mereka modal untuk menjalankan usaha dan untuk bunganya kita ambil sekecil-kecilnya dan itu tidak akan tebang pilih baik tukang gorengan dan usaha lainnya,” ujarnya. 

Kemudian untuk kesehatan akan dibentuk suatu dokter khusus dimana dokter tersebut ditempatkan ditempat yang jauh dari perkotaan atau puskesmas sehingga masyarakat tidak susah lagi untuk berobat. (efran)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.