Bermula Iseng, Sonia Mampu Menembus Omzet Rp 20 Juta/Bulan

Sonia Oktarin pengrajin masker di Jalan Suparman Lorong Citra Nomor 94 Palembang. Dari Usaha isengnya dia berhasil mengumpulkan omset Rp 20 juta per bulan (Foto:Ara/SP)


PALEMBANG, SP-Pembuatan masker kain kini sudah menjadi bisnis sebagian besar pengusaha handy craft. Banyaknya penjahit yang mulai beralih usaha ini menyebabkan persaingan dan menuntut kreatifitas para penjahit.

Salah satu pelaku bisnis handy craft di Jalan Suparman Lorong Citra Nomor 94, Sonia Oktarina mengatakan, pembuatan masker kain yang dilakukanya bermula dari keisengan karena bisnis handy craft yang ia geluti mengalami penurunan omzet.

"Awalnya saya tidak terpikir buat masker. Tapi produk perlengkapan bayi, sarung bantal sofa, dan kerajinan bordir buatan saya sepi, makanya mulai produksi masker," katanya.

Ia mengatakan, selama pandemik Covid-19 permintaan konsumen untuk membeli masker memang luar biasa. Oleh sebab itu, ia makin gencar berinovasi menjahit masker dengan ragam motif khas Palembang.

"Masker kreatif ini menghasilkan lebih banyak keuntungan yang dapat menutupi sepinya pembelian produk utama saya. Memilih motif jumputan soalnya sedang tren, sekalian promosiin kain kita, songket dan jumputan," katanya.

Menurut Sonia, awal mula ia menjahit masker pertama kali bulan Maret 2020. Lambat laun permintaan pasar kian banyak dan menumpuk hingga ia mampu menghasilkan omzet mulai Rp10-20 juta per bulan.

"Namun sekarang sudah normal kisaran Rp7 juta. Pengaruh banyak juga sudah penjahit lain yang memproduksi masker kain," ujarnya.

Sebelum berbisnis kerajinan tangan, Sonia selama 12 tahun pernah bekerja di perusahaan elektronik sebagai staf marketing. Namun pada pertengahan 2019 ia resign karena hamil anak ketiga dan mulai merintis usaha.

"Tidak menyangka sekarang omzetnya lumayan terutama dari masker. Saya jual masker mulai Rp10 ribu sampai Rp12.500," katanya.

Untuk memasarkan produk yang ia buat, dia menawarkan secara online dan offline. Namun memang, kata dia, penjualan media sosial sangat berpengaruh terhadap omzet.

Ia menyebutkan, penjualan masker kain pun terbantu oleh reseller dari berbagai kota seperti Bangka Belitung hingga Pekanbaru. Menariknya, Sonia tidak memberikan banyak aturan bagi orang yang tertarik menjadi reseller masker.

"Ambil 20 masker pun bisa langsung jadi reseller. Mudah sekali. Niat saya sama-sama membantu untuk berwirausaha di masa sekarang," katanya. (Ara)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.