Wawako Lubuklinggau Pemulihan Ekonomi Masyarakat Harus Bersasis Pemberdayaan


LUBUKLINGGAU,SP-Wakil Wali Kota Lubuklinggau , H Sulaiman Kohar memimpin rapat bertajuk penguatan Kelembagaan tim koordinasi penanggulangan kemiskibab (TKPK) Kota Lubuklinggau yang dilaksanakan di ruang rapat BKAD Kota Lubuklinggau, Rabu (18/11).

Dalam arahanya ,Wakil Wali Kota menyampaikan di masa pandemi saat ini telah memperlambat ekonomi dunia secara masif dan signofikan. Termasuk terhadap perekonomian Indonesia pada umumnya dan Kota Lubuklinggau pada Khususnya.

"Tugas pemerintah adalah memastikan ketersedian bahan pokok yang cukup dan memadai untuk kebutuhan masyarakat. Untuk itu, pemerintah kota Lubuklinggau telah mengakokasikan dana untuk penanganan dampak covid-19 berupaya bantua sembako," katanya. 

Kembali kepada subtansi TKPK Kota Lubuklinggau , lanjut sulaiman kohar, bahwa TKPK mempunyai tugas melakukan koordinasi perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan di wilayahnya. 

"Dampak pandemi ini,tentunya mepengaruhi kondisi makro ekonomi Kota Lubuklinggau, peningkatan pengangguran, dan kemiskinan. Untuk itu perlu strategi pemulihan yang dapat langsung dirasakan masyarakat yang minsalnya  berbasis pemberdayaan masyarakat," jelasnya Wawako. 

Dia berharap ,Rencana kerja Perangkat Daerah (Renja PD) tahun 2021 harus memperhatikan program dan kegiatan unggulan atau inovasi untuk percepatan penanggulangan kemiskinan. 

"Diharap dijabarkan dengan baik sehingga percepatan penangguoanga kemiskinan di Kota Lubuklinggau terwujud," harapnya. 

Sementara,kepala BPS Lubuklinggau, Eka Yuliani menyebutkan bahwa tingkat pendidilan masyarakat sangat mempengaruhi angka kemiskinan. Jumlah masyarakat yang putus sekolah setiap jenjangnya .

"Artinya,cukup banyak juga yang putus sekolah di level SD  dan SMP . Tingkat pendidikan semakin tinggi,kehidupannya semakin baik  .

Dihabaranya lagi, dari penduduk miskin kota Lubuklinggau ,35 persen lebih yang tidak berkerja. Sementara persentase pengeluaran perkapitkan untuk makanan. 

Mencapai 59 persen," tingkat infalasi Lubuklinggau cukup terkendali," kata dia. 

Kemudian untuk status kemiskinan kota Lubuklinggau ,sangat miskin sebanyak 4,38 persen, miskin 8,12 persen ,hampir miskin 10,01 persen,rentan miskin lainnya 13,98 persen dan tidak miskin sebanyak 63,06 persen. Sementara untuk pendidikan yang ditamatkan yakni tingkas SD sebesar 20,85 persen, SD/SLTO sebesar 56,87 persen dan SLTA 22,2i persen. (Galsa)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.