PENGERASAN JALAN DESA MULYA SARI DISOAL

# DIDUGA ADA INDIKASI KURANG VOLUME



Banyuasin, SP – Pengerjaan proyek pengerasan jalan Desa Mulya Sari Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin Tahun 2020, disoal masyarakat yang diduga dikerjakan asal jadi, dan kekurangan volume. 

Warga sekitar yang enggan disebut namanya menjelaskan setidaknya ada empat pengerjaan pengerasan jalan di desanya, ia menilai pengerjaan tersebut tidak sesuai dengan perencanaan pembangunan.

“ini harusnya menggunakan sirtu, namun seperti dilihat ini kebanyakan tanah puru, tidak itu saja ketebalan yang direncanakan itu 10 cm, namun ini tidak sampai,” ungkapnya kepada SumselPers, Sabtu. (13/02). 

Pantauan dilokasi memang tampak jelas terdapat pembangunan pengerasan jalan di desa tersebut, jalan terlihat rusak dan susah untuk dilewati, salah satu pengerasan jalan di dusun IV Desa Mulya Sari tampak belum selesai dikerjakan. 

Tidak terdapat papan proyek di lokasi pembangunan, sehingga menyulitkan awak media mencari informasi terkait penggunaan dana dan volume proyek.

Kepala Desa Mulya Sari, Suwarno mengatakan Proyek ini menggunakan dana desa anggaran tahun 2020, dari sisa anggaran setelah dikurangi dana penanganan Covid-19, “itu dana sisa covid, yang dibagi rata untuk pembangunan ke empat jalan tersebut,” ungkapnya saat dikonfirmasi via telp. Senin (15/02).

Terkait pengerjaan yang belum selesai, Suwarno menjelaskan, proyek didusun IV masih berlangsung, dan memang belum selesai, itu terkendala pada pengiriman sirtu yang belum dikirim hingga sekarang. 

”Ya pak ini memang sedang berjalan. Kendala musim hujan dan pengadaan sertu”. Jelasnya.

Diketahui, tidak hanya tahun 2020 pengerasan jalan di Desa Mulya Sari Kecamatan Tanjung Lago Bayuasin, ini juga pernah melakukan pengerasan jalan menggunakan sirtu pada tahun 2019 lalu.

Sesuai dengan anggaran belanja desa tahun 2019 terdapat tiga pengerasan jalan, satu diantaranya dengan sirtu senilai Rp164jt di jalan dusun II, dua lainnya menggunakan agregat untuk jalan dusun I senilai Rp165jt dan jalan dusun IV senilai Rp110jt.

Proyek ini juga terindikasi terdapat pengurangan tebal volume dari yang seharusnya, untuk jalan dusun I Volume yang tertera pada batu prasasti 865 m x 4 m x 0,10 m, namun saat diukur dilapangan kurang lebih 0,5m atau 5 cm. (SON)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.