Tidak Jadi Dipotong, TPP ASN Palembang Ditunda 4 Bulan

PALEMBANG, SP - Bertekad melunasi hutang kepada pihak ketiga sebanyak Rp218 miliar, Pemerintah Kota Palembang pun menetapkan menunda pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN Kota Palembang selama empat bulan terhitung Mei 2021.

Awalnya, Walikota Palembang mengambil kebijakan akan memotong TPP ASN sebanyak 30-50%. Namun, berdasarkan pertimbangan lanjutan ditetapkan mulai bulan depan TPP tidak dibayarkan/ ditunda selama 4 bulan. 

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, pembayaran hutang proyek infrastruktur dan lainnya ini kepada pihak ketiga sejak 2019/2020. Di masa pandemi ini, dengan melihat target pendapatan daerah tidak tercapai tahun lalu, maka pembayaran hutang akan dilunasi dengan dana TPP. 

"Kita sudah opsi sebelumnya dipotong atau ditunda dibayarkan untuk mendahulukan bayar hutang," katanya, Selasa (27/4/2021).

Harnojoyo mengatakan, dengan opsi penundaan ini artinya setelah keuangan di kas daerah mencukupi, baru TPP akan dibayarkan sesuai berapa bulannya penundaan pembayaran. "Tetap akan dibayarkan nantinya," katanya. 

Optimisme TPP akan dibayarkan di kemudian hari terlihat dari capaian pendapatan daerah pada triwulan pertama ini mencapai 15 persen dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2021 ini Rp1,5 triliun. 

"Harusnya memang 20 persen, tetapi ini sudah cukup baik untuk capaian di awal tahun. Pendapatan mendominasi dari restoran, perhotelan," katanya. 

Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa menambahkan, jika pendapatan daerah naik, maka pembayaran TPP Mei, Juni, Juli dan Agustus akan langsung dibayarkan. 

"Tapi berlakunya mulai Mei ini akan dipertimbangkan lagi mengingat sebentar lagi lebaran Idul Fitri," katanya. 

Pertimbangan dipilihnya ditunda bayar ketimbang dipotong 30-50%, menurutnya kalau dipotong maka proses dikembalikan perlu kajian lagi, dan ada rumus tertentu menetapkan besarannya.

"Asumsinya dengan menunda empat bulan TPP bisa mengantongi sebanyak Rp150 miliar dari total hutang Rp218 miliar. Untuk menutupi sisanya akan dibayarkan dari efisiensi yang dilakukan saat ini, seperti perjalanan dinas," katanya. (Ara).

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.