Kelamaan Menunggu Dana Hibah Dari Gubernur Sumsel, khawatir Keburu Masjid Roboh

-Masyarakat Ogan Ilir Tetap Meminta Sumbangan di Jalan Demi Bangun Masjid

OGAN ILIR, SP - Surat Edaran (SE) Nomor 338/0075/B.Kesra.2021. yang diberlakukan per hari Jumat (15/1/2021) berisi tentang larangan meminta sumbangan atau pungutan di jalan umum, terutama untuk pembangunan atau pun perbaikan rumah ibadah dari Gubernur Sumatera tampaknya tidak dihiraukan warga, pasalnya masih saja masyarakat yang melakukan kegiatan meminta sumbangan di jalanan untuk membangun tempat ibadah terutama Masjid.

Seperti yang terjadi di Desa Ibul Besar I kecamatan pemulutan Kabupaten Ogan ilir, didapati setidaknya ada dua masjid yang sedang di bangun disana dengan meminta sumbangan di jalanan, dengan alasan belum ada bantuan dari Gubernur Sumsel (11/05/21).

Berdasarkan pantauan sumsel pers di lapangan setidaknya ada dua masjid yang sedang di bangun di desa tersebut yaitu masjid AL-HIDAYAH yang terletak di jln Sriwijaya Pal 12   RT 06/10 dan satu masjid lagi yang terletak di dekat terminal, setiap masjid terdapat dua orang yang bertugas meminta sumbangan di jalanan, dengan menggunakan serokan  sebagai alat yang di tadakan pada setiap mobil yang melintasi jalan tersebut dan satu orang yang bertugas sebagai operator dengan menggunakan microphone, sambil mengucapkan trimakasih pada setiap mobil yang memberikan sumbangan.

Berdasarkan keterangan dari salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya kepada Sumsel Pers mengatakan mereka di beri imbalan setiap harinya namun besaran imbalan tersebut tergantung dari jumlah uang yang didapat, kalau sumbangan mencapai lebih dari Rp.200.000 maka dirinya mendapatkan imbalan sebesar Rp.50.000 kalau tidak mencapai Rp.200.000 dirinya paling di kasih  imbalan sebesar Rp.40.000

“kami disini bertugas tiga orang, setiap kami diberi imbalan  Rp.50.000 kalau sumbangan mencapai Rp.200.000 atau lebih,  tugas kami dari jam 07:00 sampe jam 16:00 WIB” tutupnya.

Terpisah Kepala Desa Ibul Besar I Muhammad mengatakan kepada Sumsel Pers, selama ini belum ada bantuan dari gubernur makanya warga meminta sumbangan di jalanan.

Lebih lanjut dirinya mengatakan sembari menunggu dana hibah dari gubernur terpaksa warga meminta sumbangan di pinggir jalan , lagi pula menurutnya belum tentu juga bantuan tersebut ada khususnya untuk pembanguan masjid di desanya, dengan edaran Gubernur tersebut tentunya membuat dirinya dilema karena satu sisi kondisi masjid semakin lama semakin memburuk disisi lain surat edaran dari gubernur tersebut tidak membolehkan meminta dijalanan, daripada masjid roboh warga lebih memilih meminta sumbangan di jalan

“Menunggu Dana hibah belum pasti daripada kita lama menunggu lebih baik kita meminta sumbangan di jalan kita khawatir kelamaan  menunggu masjid kita malah roboh”. Ungkapnya (SON)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.