Miris, Hanya Tersisa 3 Orang Pedagang Ikan

PALEMBANG, SP - Setelah diresmikan akhir 2020 lalu, Pasar Ikan Modern yang berada di Jalan MP Mangku Negara atau seberang JM Kenten ini selain sepi pengunjung juga ditinggalkan para pedagang ikan. 

Pasar Ikan Modern yang dulunya diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan saat itu, Edhy Prabowo kini begitu sepi dan seperti terbengkalai. Pedangang ikan yang awalnya ramai, kini hanya tersisa hanya 3 orang pedagang saja.

Sejak Maret 2021 lalu, pasar ikan disewakan untuk pedagang ikan hias untuk memancing pembeli. Tetapi nyatanya pasar ini tetap sepi. Bahkan, saat siang hari, hanya tersisa 1 orang pedagang ikan saja di tengah bangunan yang luas itu. 

Salah seorang pedagang ikan yang masih bertahan berjualan di Pasar Ikan Modern itu adalah Mahmud. Mahmud mengatakan, setelah diresmikan November 2020 lalu ada 48 pedagamg yang bergabung. Namun, semakin hari hanya 3 orang pedagang saja yang bertahan. 

"Hanya tinggal kami bertiga saja, yang lain sudah tidak berjualan disini lagi," katanya, Kamis (3/6/2021).

Sejak awal, para pedagang dijanjikan gratis uang sewa selama enam bulan. Tetapi sebelum itu pun para pedagang mulai berguguran. Setelah itu juga dijanjikan kalau kapasitas pedagang sudah 50 persen maka bayar sewa lapak Rp400 ribu perbulan, Rp150 ribu deposit dan Rp9.000 harian.

"Karena sekarang pedagang juga tinggal kami, mungkin pengelola segan menetapkan sewa, jadi masih gratis," katanya. 

Sepinya pembeli membuat pedagang lain tidak mampu menutup modal yang dikeluarkan. Selain itu, ikan segar ini juga tidak bisa dibiarkan terlalu lama dan otomatis pedagang rugi. Mahmud sendiri memilih masih bertahan di Pasar Ikan Modern ini karena ia berkomitmen sejak awal untuk membesarkan pasar ini.

"Saya selalu ingat dengan komitmen awal saya jualan disini karena ingin membesarkan pasar ini dan bersama pedagang untuk saling menguntungkan. Namun kenyataan pedagang lain memilih pergi," katanya.

Mahmud mengatakan, kalau dagangannya tidak laku, maka ia akan jual dagangannya ke pedagang lain dengan harga lebih murah. "Ya, begitulah caranya kalau tidak habis, pendapatan tidak menentu, kadang Rp350 ribu sehari itu kotornya," katanya. 

Selain tiga orang pedagang ikan, ada beberapa orang mengisi lapak untuk jualan sayuran dan nasi bungkus. Penjual Nasi, Neti mengatakan, setiap harinya hanya dikenakan biaya sewa Rp13 ribu. "Kalau yang beli dari luar tidak ada, pembeli kami yang jualan ikan hias itu saja," katanya. (Ara).

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.