Arab Saudi Beri Lampu Hijau Jama’ah Umroh, Silahuddin: Masih Menunggu Teknis

PAGARALAM, SP - Kerajaan Arab Saudi memberikan lampu hijau, untuk kedatangan jama’ah umroh asal Indonesia. Kabar baik ini pun disambut baik oleh Plt Kepala Kankemenag Pagaralam, Napikurrahman melalui Kasi Pelayanan Haji dan Umroh, Silahuddin SAg MPd.I.

Namun demikian, kata Silahuddin, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis tentang pelaksanaan di Arab Saudi. 

“Ini kabar baik, alhamdulillah umroh telah dibuka Arab Saudi, bagi jama’ah Indonesia. Namun, kita masih menunggu tekhnis pelaksanaan di Arab Saudi,” ujar Silahuddin.

Menurut Silahuddin, tentunya Kementerian Agama akan segera berkoodinasi, yakni terkait teknis karantina di Arab Saudi, seperti apa dan berapa lama baik di Madinah juga di Makkah. 

“Apakah Travel umroh akan menambah jumlah hari? Bila Ia, tentu biaya tambahan 5 hari berapa ?,” katanya.

Selain itu, pertanyaan lainnya kata Silahuddin, teknis jama’ah di kendaraan berapa persen. Jika hanya 50%, maka biaya BIS yang biasa ditanggung 50 orang harus ditanggung 25 orang, kemudian teknis jamaah dalam kamar hotel berapa orang. 

“Normal sebelum pandemi per kamar 4 orang. Bila hanya 50% berarti kamar ditanggung 2 orang, berapa tambahan biaya kamar ? dan syarat visa umroh berapa kali vaksin ?,” lanjutnya lagi.

Dikatakan Silahuddin, sebab kenyataan dilapangan, tentulah tidak semudah yang dibayangkan. Apakah travel umroh siap ? Apakah jama’ah siap ? Dan umrohnya nanti diperbolehkan oleh Arab Saudi berapakali ?

“Kebijakannya bagus telah membuka, namun teknis dilapangan yang mengelola travel umroh adalah swasta, baik tranportasi maupun akomodasi di Arab Saudi bukan lagi pemerintah. Harapan kita tentu saja, biaya Transportasi dan akomodasi tidak naik terlalu tinggi, masyarakat tetap bisa menjalankan umrohnya 3 kali. Dan Ibadah di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom tidak dibatasi, termasuk jama’ah bisa bebas beribadah kapan saja waktunya,” harapnya.

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.