Rampungkan Berkas Sepuluh Anggota DPRD Muara Enim, KPK Kebut Pemeriksaan Saksi

PALEMBANG, SP - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengkebut dalam melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji pengadaan barang dan jasa Pengesahan ABDD tahun 2019. Hal itu guna merampungkan berkas perkara sepuluh tersangka anggota DPRD Muara Enim.

Kali ini, penyidik KPK kembali memeriksa empat orang dari unsur DPRD Muara Enim di gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Rabu (13/10/2021).

Pemeriksaan empat saksi itu, untuk melengkapi berkas perkara sepuluh anggota DPRD Muara Enim yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KPK.

Kesepuluh anggota DPRD Muara Enim yang baru ditetapkan tersangka itu yakni, Indra Gani, Ishak Joharsah, Ari Yoca Setiadi, Ahmad Reo Kosuma, Marsito, Mardiansah, Muhardi, Fitrianzah, Subahan dan Piardi.

Sementara saksi yang diperiksa itu adalah, Daraini, Umam Pajri, Faizal Anwar dan Misrain. Keempatnya adalah mantan anggota DPRD Muara Enim.

Pelaksana tugas (Plt) Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri dalam releasenya menjelaskan, penyidik KPK hari ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi TPK pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR dan Pengesahan APBD Kabupaten Muara Enim Tahun 2019 untuk tersangka ARK dan kawan-kawan di gedung Kejati Sumsel.

"Hari ini, penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan saksi TPK pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR dan Pengesahan APBD Kabupaten Muara Enim Tahun 2019 untuk tersangka ARK dan Kawan-kawan," jelas Ali Fikri dalam keterangan pers yang diterima Sumsel Pers, Rabu (13/10/2021). 

Dijelaskannya, pemeriksaan kepada para saksi itu dilakukan penyidik KPK di gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman SH MH membenarkan bahwa penyidik KPK masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam perkara di Muara Enim.

"Iya, hari ini masih ada kegiatan penyidik KPK dalam melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi di gedung Kejati Sumsel. Dalam perkara yang saat ini ditangani oleh KPK kita hanya memfasilitasi tempat dan ruang pemeriksaan untuk penyidik KPK," ujarnya. (Ariel)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.