Kasus Dana BOS SDN 79, Jaksa Dalami Keterlibatan Pihak Dinas Pendidikan


PALEMBANG, SP -
Sidang kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang menjerat terdakwa mantan Kepsek SDN 79 masih terus bergulir di Pengadilan Tipikor Palembang.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Mangapul Manalu SH MH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang, mengahdirkan dua saksi yakni, dari pihak sales penerbit Buku Tigaserangkai, benama Deni dan Saksi Ahli kerugian negara bernama Rodian.

Dalam keterangannya, saksi Ahli audit kerugaian Negara, Rodian mengatakan jika dalam auditnya, ada beberapa penemuan yang menurutnya tidak sesuai.

"Ada beberapa nota atau kwitansi yang tidak jelas pertangung jawabannya. Dalam hal ini pertanggung jawaban terdakwa selaku Plh Kepala Sekola atas penggunaan Dana Bos di Triwulan II dan III," ujar saksi.

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang, Hendi Tanjung SH mengatakan bahwa dari keterangan saksi ahli menurutnya menguatkan dakwaan penuntut umum.

Dijelaskannya, pada inti dari keterangan saksi ahli, ada beberapa dokumen yang tidak sesuai penggunaannya dana BOS SD 79 Palembang, dan tidak memiliki pertangung jawabannya.

"Keterangan saksi ahli tadi, terkait pencairan dana Bos triwulan II dan III. Pada dana Bos Triwullan ke II ada dokumen atau persyaratan yang tidak dilengkapi oleh terdakwa, namun tetap menerima dana Bos untuk Triwullan ke III," ujar Hendi, Kamis (18/11/2021).

Namun saat disinggung apakah dalam perkara tersebut, ada keterlibatan dari pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang yang telah mencairkan dana bos triwulan III pada Kepala Sekolah SD N 79 Palembang, yang jelas-jelas ada dokumen yang belum dilengkapi, Hendi mengaku akan mendalaminya.

"Jika secara juknis tentu itu telah menyalahi aturan. Namun apakah di dalam nya ada penyimpangan terkait pencairan dana BOS ini dari Pihak Diknas, tentu akan kami dalami lagi," pungkasnya. (Ariel)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.