PALEMBANG,SP – Pemerintah Kota Palembang menambah puskesmas rawat inap untuk melayani masyarakat yang tidak termasuk ke dalam kriteria emergency rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, dr Fenty Aprina, mengatakan lima puskesmas yang ditingkatkan menjadi rawat inap tersebut berada di Puskesmas Basuki Rahmat, Sukarame, Alang-alang Lebar, Sungai Selincah, dan Sematang Borang.
Dengan tambahan tersebut, total terdapat enam puskesmas rawat inap yang diresmikan pada Mei 2025, yaitu Puskesmas Pembina.
“Puskesmas rawat inap ini diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi tertentu yang tidak memenuhi kriteria rawat inap di rumah sakit, namun tetap membutuhkan perawatan,” ujar dr Fenty usai peresmian puskesmas rawat inap di Puskesmas Basuki Rahmat, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, pasien yang dapat dirawat inap di puskesmas ini misalnya pasien dehidrasi sedang yang memerlukan infus, gastritis akut dengan gejala mual, muntah, dan nyeri hebat, serta kondisi akut lain yang tidak termasuk kategori gawat darurat rumah sakit. Jika kondisi pasien memburuk, barulah akan dirujuk ke rumah sakit.
Selain itu, layanan puskesmas rawat inap tetap terbuka bagi seluruh warga Palembang, termasuk masyarakat yang belum memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) KIS. Warga cukup menunjukkan KTP dan akan langsung didaftarkan sebagai peserta JKN KIS.
Untuk pembangunan dan peningkatan fasilitas, setiap puskesmas rawat inap dianggarkan minimal Rp2,5 miliar karena harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya ketersediaan dokter dan bidan, standar peralatan medis lengkap, instalasi gawat darurat (IGD), ruang persalinan normal, ruang perawatan laki-laki, perempuan, dan anak dengan minimal delapan tempat tidur, serta pelayanan 24 jam dengan sistem shift pagi, sore, dan malam.
“Puskesmas rawat inap ini bukan hanya menambah fasilitas fisik, tapi juga meningkatkan kompetensi puskesmas dari rawat jalan menjadi rawat inap, termasuk penambahan bangunan, peralatan medis, dan ambulans,” jelasnya.
Pada tahun 2026, Pemkot Palembang kembali menganggarkan tujuh puskesmas rawat inap yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026. Puskesmas tersebut antara lain Nagaswidak, Kampus, Makrayu, Multiwahana, Boom Baru, dan Empat Ulu. Sementara lima puskesmas lainnya yang terkendala keterbatasan lahan atau permasalahan teknis dijadwalkan beroperasi pada 2027.
Dengan perencanaan tersebut, Pemkot Palembang menargetkan pada 2027 telah tersedia total 18 puskesmas rawat inap di seluruh wilayah kota.
Selain itu, Dinkes Palembang juga menambah armada ambulans. Sebanyak 10 unit ambulans ditempatkan di 10 puskesmas, yang pengadaannya memanfaatkan dana DAK Silpa 2024 yang dibelanjakan pada 2025. Dari jumlah tersebut, tiga unit merupakan mobil listrik mini yang dirancang agar dapat menjangkau gang-gang sempit di kawasan pemukiman, menggunakan anggaran APBD.
“Dengan penambahan puskesmas rawat inap dan ambulans ini, kami berharap akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Palembang semakin merata dan optimal,” kata dr Fenty. (Ara)
