Notification

×

Tag Terpopuler

Pemkot Palembang dan Pelindo Bahas Pemanfaatan 200 Hektare Aset Sungai Lais

Monday, January 05, 2026 | Monday, January 05, 2026 WIB Last Updated 2026-01-05T08:02:21Z

 


PALEMBANG,SP– Pemerintah Kota Palembang terus mendorong optimalisasi aset strategis guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan infrastruktur kota. 


Salah satu langkah konkret dilakukan melalui audiensi antara Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dan General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang, Nunu Husnul Khitam, yang berlangsung pada Senin (5/1/2026) di Ruang Audiensi Lantai 8 Kantor Sekretariat Daerah Kota Palembang.


Pertemuan tersebut membahas rencana pemanfaatan aset milik PT Pelindo seluas kurang lebih 200 hektare yang terletak di kawasan Sungai Lais, Palembang. 


Audiensi ini juga turut dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota Palembang, termasuk Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).


Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyambut baik inisiatif tersebut dan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN dalam mengelola aset strategis untuk kepentingan pembangunan kota. 


Ia menyampaikan bahwa saat ini aset tersebut tengah dalam tahap penyusunan feasibility study (FS) sebagai dasar perencanaan pemanfaatan lahan.


“Tadi saya sudah minta untuk dikoordinasikan dengan pihak Pemerintah Kota, baik itu dengan Dinas Perhubungan maupun Dinas PUPR,” ujar Ratu Dewa.


Lebih lanjut, Ratu Dewa menyoroti urgensi pembukaan akses menuju kawasan Sungai Lais. Menurutnya, keberadaan jalan akses yang memadai sangat penting untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya akibat mobil-mobil bertonase besar yang selama ini masuk melalui kawasan Bom Baru.


“Yang penting buat kita adalah membuka akses ke sana, sehingga tidak terjadi lagi krodit mobil-mobil bertonase besar yang masuk ke Bom Baru,” tambahnya.


Ia juga mengusulkan pembangunan jalan lingkar timur sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan dan mendukung kelancaran distribusi logistik di wilayah tersebut. “Jika dilakukan pembuatan jalan lingkar timur, tingkat kemacetan bisa berkurang. Dan itu bisa menjadi solusi,” tegasnya.


Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Palembang bersama PT Pelindo juga akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas lebih lanjut rencana pembukaan akses ke kawasan Sungai Lais. 


FGD ini diharapkan dapat menjadi forum strategis untuk menyatukan pandangan dan menyusun langkah-langkah konkret dalam merealisasikan proyek tersebut.


Menariknya, dalam audiensi tersebut juga terungkap bahwa sejumlah investor telah menunjukkan minat untuk berinvestasi di kawasan Sungai Lais. Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan kawasan tersebut menjadi pusat industri baru di Palembang.


“Kata GM-nya tadi juga, sudah ada beberapa investor yang melirik untuk pembangunan wilayah tersebut, khususnya di pelataran kawasan Sungai Lais,” ungkap Ratu Dewa.


Dengan adanya kolaborasi antara Pemkot Palembang dan PT Pelindo, diharapkan kawasan Sungai Lais dapat berkembang menjadi kawasan industri terpadu yang tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing Kota Palembang di tingkat nasional maupun internasional. (Ara)

×
Berita Terbaru Update