PALEMBANG,SP – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada puncak musim kemarau tahun ini dengan membentuk tim siaga di seluruh 18 kecamatan.
Langkah tersebut dilakukan karena terdapat tiga kecamatan yang setiap tahun menjadi daerah rawan karhutla. Selain itu, wilayah tersebut berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga yang masih memiliki kawasan hutan dan lahan cukup luas.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, tim penanggulangan karhutla dibentuk agar potensi kebakaran dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin sebelum meluas.
"Tim yang dibentuk ini bertugas mencegah karhutla di wilayah masing-masing," kata Ratu Dewa.
Ia menjelaskan, tim tersebut terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta para camat di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Selain melakukan pemantauan, tim juga bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Ratu Dewa menegaskan telah menginstruksikan seluruh camat untuk memperkuat koordinasi dengan BPBD Kota Palembang dalam memantau perkembangan titik api.
"Saya sudah memberikan warning kepada para camat untuk berkoordinasi dengan BPBD Kota Palembang, jangan sampai ada peningkatan titik api di wilayah masing-masing," tegasnya.
Menurut Ratu Dewa, tiga kecamatan yang menjadi perhatian khusus yakni Kecamatan Kertapati, Ilir Barat I, dan Alang-alang Lebar. Ketiga wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi saat musim kemarau.
Selain merupakan daerah yang setiap tahun berpotensi mengalami karhutla, ketiga kecamatan itu juga berbatasan dengan Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Banyuasin yang masih memiliki kawasan hutan dan lahan yang rentan terbakar pada musim kemarau panjang.
Karena itu, Pemkot Palembang akan meningkatkan pengawasan serta memperkuat upaya pencegahan di wilayah-wilayah tersebut melalui patroli dan koordinasi lintas instansi.
Ratu Dewa juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu munculnya titik api yang berujung pada kebakaran hutan dan lahan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area lahan kering yang mudah terbakar saat musim kemarau. (Ara)
