Notification

×

Tag Terpopuler

UPGRIP Tegaskan PKKMB 2026 Tanpa Perpeloncoan, Diikuti 1.916 Mahasiswa Baru

Tuesday, September 01, 2026 | Tuesday, September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-09-01T08:40:58Z

 


PALEMBANG,SP – Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 yang diikuti sebanyak 1.916 mahasiswa program Strata Satu (S1).


Kegiatan ini dihadiri oleh Plh. Ketua BPH UPGRIP Drs. Djama' ani Djakfar, M.Pd., Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., Wakil Ketua 1 PGRI Sumsel Lukman Haris, Wakil Rektor III PGRI Palembang, Assoc. Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., dan jajaran lainnya.


Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., menegaskan pelaksanaan PKKMB tidak boleh diwarnai praktik perpeloncoan. Kegiatan tersebut, menurutnya, merupakan proses pembelajaran dan adaptasi bagi mahasiswa baru dalam memasuki dunia pendidikan tinggi.


"Mahasiswa baru ini akan menyelesaikan tugas awal dan dibekali dengan disiplin ilmu. Saya sudah mengingatkan kepada Presiden Mahasiswa hingga organisasi mahasiswa bahwa ini bukan perpeloncoan. Ini adalah pembelajaran mahasiswa baru dari sekolah menengah menuju perguruan tinggi," ujar Bukman usai pembukaan PKKMB di Kampus PGRI Palembang, Selasa (1/9/2026).


Ia mengatakan, PKKMB menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai tujuan utama mereka memasuki perguruan tinggi, yakni menempuh pendidikan secara serius hingga menyelesaikan studi dan meraih gelar sarjana.


Selain itu, Bukman juga berpesan kepada mahasiswa baru agar bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.


Menurutnya, derasnya arus informasi membuat setiap mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk melakukan verifikasi terhadap berbagai informasi maupun isu yang berkembang, termasuk di lingkungan kampus.


"Pesan terpenting bagi mahasiswa baru, di zaman digitalisasi dengan informasi yang begitu cepat, ketika menerima informasi, termasuk isu yang berkembang di lingkungan kampus, harus dicek faktanya. Karena di era ini, pernyataan seseorang yang tidak bertanggung jawab bisa seolah-olah menjadi benar," katanya.


Bukman menegaskan seluruh proses pembelajaran di Universitas PGRI Palembang dijalankan sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan serta regulasi yang berlaku.


"Yang penting mereka masuk ke kampus ini dengan tujuan yang baik dan jangan sampai ragu, karena proses pembelajaran dan seluruh civitas akademika berjalan dalam koridor perundang-undangan serta peraturan menteri yang sah," tegasnya.


Lebih lanjut, Bukman mengatakan perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan dalam menjaring mahasiswa baru. Ia menyebut jumlah calon mahasiswa di wilayah Sumatera bagian Selatan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.


"Awalnya calon mahasiswa di Sumatera bagian Selatan sekitar 45 ribu orang, tahun ini hanya sekitar 40 ribu orang. Ini mengalami penurunan karena ada yang memilih kuliah di Jawa, masuk perguruan tinggi negeri, kemudian juga memilih perguruan tinggi swasta," jelasnya.


Meski demikian, Universitas PGRI Palembang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan bagi mahasiswa agar tetap menjadi pilihan masyarakat.


Menurut Bukman, hingga saat ini program studi bidang keguruan masih menjadi salah satu yang paling diminati calon mahasiswa. Hal tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang memberikan perhatian besar terhadap profesi guru, termasuk melalui pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).


Sementara itu, Ketua Pelaksana PKKMB Universitas PGRI Palembang yang juga Wakil Rektor III, Assoc. Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menegaskan seluruh rangkaian kegiatan PKKMB dilaksanakan dengan mengedepankan aspek edukasi dan pembinaan karakter.


Ia memastikan tidak ada tindakan perpeloncoan maupun perlakuan yang bersifat fisik terhadap mahasiswa baru selama kegiatan berlangsung.


"Pesan dalam PKKMB ini jelas, tidak ada perpeloncoan. Perlakuan-perlakuan yang sifatnya fisik harus dihindari," ujar Sukardi.


Ia menjelaskan, kegiatan PKKMB dilaksanakan selama tiga hari dengan materi pengenalan kehidupan kampus, universitas, fakultas, hingga proses pembelajaran sesuai dengan program studi masing-masing mahasiswa.


"Selama tiga hari mahasiswa baru akan mendapatkan pengenalan tentang universitas dan fakultas, serta pembelajaran yang berkaitan dengan program studi masing-masing," katanya.


Senada dengan itu, Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Palembang, Andri Manan, mengatakan pihaknya bersama organisasi mahasiswa lainnya berkomitmen menyukseskan pelaksanaan PKKMB tanpa adanya praktik perpeloncoan.


"Kami selalu berpesan kepada teman-teman yang ditugaskan dan berkolaborasi dengan organisasi mahasiswa lainnya agar tidak ada perpeloncoan dalam PKKMB ini," katanya.


Andri juga mengajak seluruh mahasiswa baru untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan menjaga kondisi kesehatan. "Kepada mahasiswa baru, ikuti PKKMB ini dengan tertib dan tetap menjaga kesehatan," katanya. (Ara)

×
Berita Terbaru Update