![]() |
- Antisipasi Kualitas Air Baku Sungai Musi Kritis
PALEMBANG, SP - Sungai Musi menjadi satu-satunya sumber air baku di Kota Palembang, sehingga mengantisipasi adanya pencemaran kualitas air maka diperlukan alternatif jangka panjang. Salah satunya dengan membangun Embung seluas 100 hektar di Gandus yang tahun depan akan dilakukan pembebasan lahannya.
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, permasalahan yang akan mengancam kualitas sumber air baku hanya kekeringan tetapi juga limbah yang dibuang secara sembarang oleh warga yang tidak bertanggung jawab. Banyaknya sampah baik berasal dari limbah rumah tangga hingga industri yang mencemari sungai.
Hal ini akan menjadi ancaman kedepan karena kurangnya kualitas air untuk kebutuhan masyarakat, apalagi dari data PDAM Tirta Musi masyarakat yang belum terlayani Air bersih masih tinggi. Embung atau cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di sungai.
"Direncanakan pembangunan embung ini akan menggunakan kawasan seluas 100 hektar di Kecamatan Gandus tepatnya berada di Talang Kepu," katanya, usai sosialisasi pemanfaat sumber air baku di Sungai Musi, Selasa (29/10/2019).
Lantaran lahan yang cukup luas itu bukan milik pemerintah, maka akan dilakukan pembebasan lahan pada 2020. Sehingga dapat digunakan untuk menambah sumber air baku PDAM terutama saat ini 15 ribu daftar tunggu untuk dipasang pipa berlangganan. "Itu lahan kosong yang harus dibebaskan setelah itu 2022 ditargetkan selesai," katanya.
Selama menunggu pembangunan itu, maka jangka pendeknya Pemkot Palembang akan memanfaatkan kolam retensi dan Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) yang ada untuk mengatasi masalah pengadaan air beraih. Pemilik usaha wajib memiliki IPAL untuk pembuangan limbah.
"Palembang saat ini punya 39 kolam retensi dan dibangun 3 tahun depan. Direncanakan akan ditambah lagi 2022 sebanyak 5 kolam," katanya.
Kepala Bagian Pembangunan Setda Kota Palembang, Zuryati mengatakan, maka dari itu perlu adanya pembangunan sebagai pemenuhan cadangan air baku. Agar tidak hanya mengandalkan sungai musi sebagai satu - satunya sumber air baku. Serta dapat meningkatkan jangkauan pemenuhan kebutuhan Air bersih masyarakat dapat lebih luas.
"Selama ini, Sungai Musi menjadi
sumber Air baku utama kota Palembang. Dengan Kondisi kualitas mendekati ambang batas. Karena itu, pembangunan waduk untuk sumber Air baku penting dilakukan," jelasnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, A Bastari Yusak mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap pengkajian, menyusun detail engineering design (DED), kemudian juga untuk lahan nanti di nilai dulu oleh KJPP. "Nilai investasinya tidak sedikit dan pasti perlu dana sharing, sekarang sedang diperhitungkan," katanya.
Pembangunan embung yang memiliki dual fungsi, yaitu untuk pengendalian banjir dan juga mengatasi kekurangan air ketika musim kering ini merupakan kali pertama di kota ini. "Untuk air baku pertama kali, kalau yang embung khusus untuk pengendali banjir kita sudah punya, yaitu danau yang berada di Jakabaring Sport City (JSC)," jelasnya. (Ara).
