![]() |
| Gubernur Sumsel, Herman Deru (kanan) saat diwawancarai,Kamis (2/1/2020). (Foto/Lan) |
PALEMBANG, SP – Gubernur Provinsi Sumsetara Selatan (Sumsel),
Herman Deru menilai, salah satu pemicu terjadinya bencana alam di Sumsel akibat
ulah dari para penambang liar.
Deru menilai, hal tersebut disebabkan lemahnya pengawasan yang
dilakukan pemerintah daerah (Pemda) terhadap aktiftas penambangan liar di
daerah masing-masing.
“Misalnya ambruknya jembatan di Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten
Lahat dan tanah longsor di Kabupaten Muara Enim itu semua karena maraknya
penambang liar,” katanya saat diwawancarai, Kamis, (2/1/2020).
Dijelaskan Deru, tuduhan tersebut bukan tanpa alasan. Telah
ditemukan tumpukkan batu yang diduga bekas pengerjaan penambang liar di kawasan
jembatan ambruk di Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat beberapa waktu lalu.
““Penumpukan batu itu dibiarkan saja, jaraknya sangat dekat
yakni berkisar 100 meter dari sungai. Jadi saat aliran sungai meluap membuat
jembatan ambruk dan tanah longsor,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyayangkan lemahnya penindakan
yang dilakukan aparat keamanan terkait kasusu penambang liar yang terjadi di
Sumsel.
“Perlu kerja sama. Tidak bisa hanya Pemprov saja tetapi jug
harus didukung oleh Pemda setempat dan aparat keamanan. Bahkan hingga ke level
camat dan kades juga harus ikut berperan aktif,” terangnya.
Sementara itu, Deru mengaku telah membentukan Satuan Tugas
(Satgas) khusus untuk melakukan tindakan penyelamatan kepada masyarakat yang
terkena bencana alam. “Satgas ini akan memprorotaskan keselamatan masyarakat,
ini yang paling penting. Kemudian baru harta benda masyarkat yang terdampak
bencana,” tegasnya. (Lan)
