![]() |
| Wahyudin Alias Udin Berhasil Diamankan Polisi Setelah Babak Belur Dihajar Massa,(foto/hmy) |
PALEMBANG, SP - Wahyudin alias Udin (19), warga Jalan Talang
Keranggo Lorong Darma Bakti RT 29 RW 06 Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat
II Palembang pemetik kendaraan bermotor roda dua babak belur dihajar massa saat
aksinya merampas motor milik Agus Prayoga, warga Perum Pemkot Palembang blok BG
No 32 Kecamatan Gandus di pinggir Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara tepatnya dikawasan
perum Polygon, Selasa, (31/12) sekitar pukul 20.09 wib diketahui warga
setempat. Sementara, Dion, berhasil kabur.
Pristiwa itu, berawal saat Agung Prayoga, (21) mengendarai
kendaraan bermotor roda dua dari arah Gandus menuju Jalan Macan Lindungan.
Ketika, berada di depan deretan ruko Bank BNI, korban
dipepet sepeda motor oleh dua orang pelaku, dimana salah satu pelaku yang
dibonceng mengacungkan Senjata Tajam (Sajam) dan menendang korban, sehingga
korban pun terjatuh.
Kemudian, pelaku Udin yang membawa sajam langsung
mengambil motor korban. Namun, karena ada warga yang melihat, sehingga korban
dibantu oleh pengendara lainnya lalu mengejar pelaku sampai ke Polygon, alhasil
motor korban pun tertinggalkan oleh pelaku.
Kapolsek Gandus Palembang, AKP Willian Harbensyah,
mengatakan, pada saat kejadian pihaknya tengah melaksanakan pengamanan tahun
baru di sekitaran Musi II.
“Lalu kita
mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada begal disekitar polygon. Saat itu
juga kami langsung meluncur ke TKP dan mendapati korban dan motor korban sdh
diamankan namun TSK melarikan diri,” katanya, Kamis (2/1).
Kemudian, kata Kapolsek, pihaknya dibantu masyarakat
setempat menyisir ke tempat pelaku lari di saluran pembuangan. “Setelah
dilanjutkan pencarian lalu didapatilah tersangka Udin yang bersembunyi di atas
plafon rumah warga,” katanya.
Pelaku yang dianggap sebagai begal sadis ini pun
sempat menangis dan viral di media sosial setelah ditangkap dan diamuk warga.
Tersangka Udin mengaku hanya diajak oleh temannya yang
berinisial D (DPO). Karena saat itu tidak ada uang, sehingga dirinya ikut-ikutan
saja.
“Saya baru pertama, itupun karena tidak uang. Saya
sebenarnya tidak berani pak makanya sampai nangis,” kilahnya. (hmy)
